Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Apresiasi Komitmen Pemprovsu Perbaiki Jalan Jembatan Merah–Muara Sona

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Apresiasi Komitmen Pemprovsu Perbaiki Jalan Jembatan Merah–Muara Sona
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Apresiasi Komitmen Pemprovsu Perbaiki Jalan Jembatan Merah–Muara Sona (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan- Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dalam merespons kerusakan jalan di ruas Jembatan Merah–Muara Sona, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Menurut Aswin, komitmen Pemprovsu untuk mengalokasikan anggaran perbaikan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ia berharap komitmen tersebut benar-benar terealisasi dalam dokumen APBD dan segera dieksekusi di lapangan.
“Kita mengapresiasi langkah cepat Pemprovsu. Mudah-mudahan anggaran yang sudah disampaikan itu memang tersedia dan bisa segera direalisasikan, karena jalan ini sangat mendesak,” ujarnya.
Ruas Jembatan Merah–Muara Sona merupakan akses utama yang menghubungkan wilayah pantai barat dengan ibu kota kabupaten. Jalan ini menjadi jalur vital distribusi hasil pertanian, kebutuhan pokok, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.
Kerusakan jalan dan longsor yang sempat terjadi tidak hanya menghambat arus transportasi, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga. Biaya angkut meningkat, waktu tempuh bertambah, dan risiko keselamatan pengguna jalan pun ikut membesar.
“Secara ekonomi, ruas ini sangat penting. Hasil pertanian dari sana bagus dan menjadi tumpuan masyarakat. Kalau jalannya rusak, semuanya ikut terganggu,” tegasnya.
Dia mengakui, dalam pembahasan APBD tahun 2026 sebelumnya, disebutkan adanya alokasi anggaran sekitar Rp6 miliar untuk penanganan sejumlah ruas jalan. Namun, Aswin menilai kebutuhan di lapangan bisa lebih besar, termasuk untuk pembangunan jembatan tambahan serta penanganan titik longsor yang belum sepenuhnya terakomodasi.
Ia juga berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat jika diperlukan, khususnya dalam penanganan rehabilitasi akibat bencana.
“Kalau memang butuh tambahan anggaran atau bantuan pusat, tentu harus diperjuangkan. Yang terpenting akses utama masyarakat ini kembali normal dan aman dilalui,” katanya.
Selain mengandalkan APBD, Aswin mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, termasuk perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PKS).
Menurutnya, melalui musyawarah terbuka dan transparan, perusahaan dapat diajak berpartisipasi membantu penanganan awal, seperti pembersihan material longsor atau penguatan badan jalan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
“Kita bisa duduk bersama, dipimpin pemerintah daerah, dengan semangat gotong royong. Semua pihak punya kepentingan agar jalan itu baik, karena aktivitas ekonomi juga bergantung pada akses tersebut,” ujarnya.
Aswin menegaskan, DPRD Sumut akan terus mengawal proses penganggaran dan pelaksanaan di lapangan agar berjalan tepat waktu dan tepat mutu. Ia berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar tuntas dan berkelanjutan.
“Kita berterima kasih atas komitmen yang sudah disampaikan. Sekarang yang paling penting adalah realisasi. Masyarakat menunggu bukti nyata di lapangan,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara legislatif, eksekutif, dan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan perbaikan Jalan Jembatan Merah–Muara Sona dapat segera terwujud, sehingga roda perekonomian dan mobilitas warga kembali berjalan lancar demi kemajuan Sumatera Utara.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi