Viral! Akses Rumah Warga di Medan Polonia Dipagari Tembok Tinggi, Ahli Waris Terisolasi (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Jagat maya tengah dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan pemandangan memprihatinkan di kawasan Jalan Pekong, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.
Dalam rekaman tersebut, sebuah rumah warga tampak kehilangan akses keluar-masuk akibat berdirinya tembok beton tepat di depan pintu utama.
Kondisi ini praktis membuat penghuni rumah terisolasi dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Fenomena "rumah terkurung tembok" ini pun langsung memicu gelombang simpati dan kecaman dari warganet yang mempertanyakan aspek kemanusiaan di balik aksi penutupan jalan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penghuni rumah yang terdampak merupakan ahli waris dari almarhum Tham Soon (Tju Tam Sun) dan istrinya, Tan Akie. Keluarga ini dikabarkan mulai mengalami kesulitan serius sejak akses satu-satunya menuju rumah mereka ditutup permanen.
Meski lahan di lokasi tersebut diperkirakan mencapai luas 8 hektare, status hukum dan alasan di balik penutupan akses jalan ini masih menjadi misteri. Hingga kini, belum jelas siapa pihak yang bertanggung jawab membangun tembok tersebut dan apa motif di baliknya.
Kasus ini mendadak menjadi tren di berbagai platform seperti TikTok dan Instagram dengan kata kunci pencarian "rumah diblokir tembok Medan". Warganet ramai-ramai menyoroti lemahnya perlindungan terhadap hak dasar warga atas akses hunian yang layak.
"Bagaimana kalau ada keadaan darurat? Pemadam kebakaran atau ambulans tidak akan bisa masuk. Ini bukan sekadar soal lahan, tapi soal kemanusiaan," tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Hingga saat ini, polemik tersebut masih menyisakan tanda tanya besar karena belum ada keterangan resmidari Pemerintah Kota Medan maupun pihak berwenang setempat.
Publik kini mendesak aparat hukum dan instansi terkait untuk segera melakukan mediasi agar konflik lahan ini tidak mengorbankan hak dasar warga.
Masyarakat menanti apakah ada solusi konkret atau justru tembok tersebut akan tetap berdiri tegak, memutus akses kehidupan satu keluarga di tengah hiruk-pikuk Kota Medan.
(JW/RZD)