Pojok Pers Oleh : War Djamil

WPFD 2026

WPFD 2026
WPFD 2026 (analisadaily/istimewa)

DIPILIH tanggal 3 Mei. Oleh masyarakat pers dunia dan lembaga/organisasi pers internasional, tiap tahun menyelenggarakan kegiatan sebagai pertanda Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day/WPFD). Tahun 2026, acara puncak tingkat dunia diadakan di kota Lusaka, Zambia, tanggal 4-5 Mei.

UNESCO, wadah di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang memberi perhatian terhadap pers dunia, memilih tema WPFD 2026 : “Shaping a Future at Peace”.
Ini bermakna, perlu penekanan pentingnya kebebasan pers dalam mendukung terciptanya perdamaian global. Dan, peran media dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat di tengah perkembangan teknologi dan tantangan global.
Terlihat sinkronisasi. Tatkala perang fisik melanda beberapa kawasan di dunia, pers sebagai salah satu kekuatan khusus, juga diharapkan ambil bagian dengan sasaran peperangan terhenti. Lahir perdamaian antarpihak yang bersengketa.
Sejalan dengan operasional, fungsi dan peran media massa. Tentu pemberitaan yang memberi arti dalam mendukung perdamaian tersebut sangatlah diharapkan. Hal pokok, informasi yang disiarkan media terkait perang itu haruslah apa adanya.
Sikap media massa mancanegara juga diuji. Seberapa jauh serta seberapa berkualitas, sajian pemberitaan memang akurat, netral dan informatif. Ini penting, agar pihak-pihak yang berada dalam lingkaran konflik, termasuk lembaga internasional atau pihak yang ikut mempertemukan negara-negara yang berseteru, akhirnya berkenan duduk di meja perundingan.
Sebut saja : informasi akibat fatal yang dialami warga sipil. Anak-anak, perempuan dan pria yang menjadi korban. Apalagi dengan foto yang sangat menyedihkan (maaf : foto mengerikan akibat rudal misalnya).
Bukan mustahil. Foto-foto dan informasi berikutnya seperti kelaparan, pasien tanpa obat dan sebagainya, akan menggugah pihak-pihak guna bersedia melakukan gencatan senjata.
Tentu masih ada sejumlah sisi lain dari informasi media yang bukan saja korban tersebut. Melainkan hancurnya fasilitas publik, gugurnya prajurit kedua pihak.
Bahkan, berita media yang terkait kelangkaan bahan bakar minyak, stok pangan yang menipis serta aktivitas penduduk sejumlah negara yang terganggu akibat perang itu.
Pers dunia pasti mendukung perdamaian. Pers mengecam peperangan atau sikap/tindakan sejenis itu. Pers ingin memberitakan kehidupan rakyat berbagai negara yang bahagia. Bukan sebaliknya.
Dari sisi menjaga ekosistem informasi. Hal ini memang tugas utama kalangan pers dunia. Upaya menghindari informasi negatif. Kemerdekaan pers yang terwujud, pasti melahirkan operasional pers yang baik. Dan, ekosistem informasi juga otomatis berlangsung normal.
Meski kini teknologi informasi begitu mencuat. Tetap saja, kehati-hatian pelaku media massa sangat dibutuhkan, agar tantangan global yang sedang melanda media dapat diadaptasi dengan wajar.
Hal ini tidak mudah. Tetapi bukan bermakna pers dunia harus menyerah. Sejumlah solusi dan trik-trik yang dinilai tepat, pasti akan diterapkan. Kemajuan dan perkembangan iptek harus diikuti dengan penerapan sepatutnya.
Semoga WPFD 2026 tetap memberi makna. Memberi arti penting dalam aktivitas pers dunia. Satu hal pasti, pers dunia berupaya memberi kontribusi positif dalam terwujudnya perdamaian global.

04 Mei 2026 13:30 WIB

Hak Cipta & Pers

27 Apr 2026 13:45 WIB

Bisnis Media ? Anjlok !

Berita kiriman dari: Pemred Harian Analisa

Baca Juga

Koran ? Titik Nadir !
20 Apr 2026 17:29 WIB

Koran ? Titik Nadir !

Dana Jurnalisme (?)
13 Apr 2026 17:03 WIB

Dana Jurnalisme (?)

Publik Mengadu Ke ?
06 Apr 2026 11:46 WIB

Publik Mengadu Ke ?

Pojok Pers : Proteksi Persma ?
30 Mar 2026 07:43 WIB

Pojok Pers : Proteksi Persma ?

Gen-Z & Digital
16 Mar 2026 06:35 WIB

Gen-Z & Digital

Rekomendasi