Ketua PII Kota Medan Dukung BRT Mebidang

Ketua  PII Kota Medan Dukung BRT Mebidang
Ketua PII Kota Medan Dukung BRT Mebidang (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan-Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) merupakan komitmen strategis Pemerintah Indonesia dalam mendorong pengembangan Sistem Angkutan Massal Perkotaan yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Pada tahap ini, pengembangan difokuskan pada Bus Rapid Transit (BRT) dikawasan Metropolitan Mebidang guna meningkatkan aksesibilitas, mengurangi waktu tempuh serta memperkuat tata kelola angkutan umum.
Demikian Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Medan Ir Malik Assalih Harahap,ST, MM IPM, ASEAN Eng kepada Analisa, Rabu (13/5).
Dikatakannya, selain pembangunan Infrastruktur seperti depo, halte, jalur khusus dan Inteligent Transport System (ITS) dan proyek ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan kesiapan operasional daerah.
Meskipun terdapat tantangan dalam percepatan implementasi dan penyerapan anggaran, ungkapnya, PII Kota Medan menyampaikan apresiasi atas dukungan World Bank, AFD dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan transformasi sistem transportasi perkotaan yang lebih andal dan berkelanjutan.
Malik Harahap yang juga Pengurus Pusat PII mengatakan BRT memiliki waktu tempuh lebih cepat dengan jalur khusus bus dan prioritas dipersimpangan.
Bus ini juga memiliki pemberhentian tertentu dengan sistem informasi yang jelas, tarif yang terjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui subsidi layanan. Memiliki kepastian jadwal perjalanan dengan headway teratur, memiliki kapasitas penumpang yang tinggi melalui bus besar, kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial (Gedsi) dalam desain bus dan infrastruktur yang inklusif.
Lebih lanjut dikatakannya, penggunaan bus ini juga memiliki energi rendah karbon dan ramah lingkungan serta sistem Informasi yang jelas dihalte, bus dan penggunaan aplikasi.
Malik Harahap menambahkan manfaat BRT lainnya yakni Modal share Angkutan Umum dimana proyeksi penumpang BRT 150.000 penumpang/hari dengan 12 persen demand diprediksi merupakan transfer dari pengguna kenderaan pribadi eksisting
Waktu tempuh perjalanan di mana pengurangan rata rata waktu tempuh sebesar 20 persen dari rata rata 45 menit menjadi 36 menit.
Kemudian sisi pekerjaan, ungkapnya, di mana terjadi peningkatan lapangan pekerjaan dan penambahan aksesibilitas untuk pekerjaan sebesar 25 persen.
Lalu, paparnya, terjadi pengurangan emisi di mana mengurangi emisi 306.000 ton CO2 secara bertahap annual saving 10.000 ton CO2.
"Terakhir di sisi, kelayakan ekonomi dan finansial nilai IRR proyek sebesar 13 persen dan NPV IDR 135 trilliun," tegas Malik Harahap Alumni Teknik Sipil USU.
Lebih lanjut, Malik Harahap mengatakan gambaran umum BRT Mebidang yaitu 21 Km jalur khusus, 31 Stasiun BRT, 12 Rute BRT, 681 Bus Stop, 553 Km layanan dan 273 Unit bus dan infrastruktur DEPO BRT yaitu Pinang Baris, Amplas, Lau cih, North Medan North Medan, Binjai dan terminal Lubukpakam. Pembangunan infrastruktur/ konstruksi direncanakan selesai Juni 2027 baik off Coridor Station, paket Depo dan paket fasilitas jalur on Corridor Tegas Malik Harahap Alumni Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI) USU 2021.
Malik Harahap juga mengatakan peran Provinsi Sumatera Utara melalui Gubernur Sumatera Muhammad Bobby Afif Nasution sangat strategis dalam Implementasi BRT Mebidang.
"Bahkan kegiatan itu masuk dalam Proyek Strategis Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Peran Pemerintah daerah sangat vital dalam mensukseskan BRT Mebidang Ini seperti Penyiapan lahan dan Perizinan untuk Konstruksi BRT, Mitigasi Sosial dan Lingkungan, Manejemen dan Rekayasa lalu lintas,Operasional dan Pemeliharaan BRT,Pembentukan Institusi dan badan manejemen Pengelola BRT dan Penerbitan Regulasi," papar Malik Harahap.
(ARU/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi