Warga Batahan Bahas Penanganan Sampah dan Pembangunan TPA (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Batahan - Warga Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, menggelar forum diskusi bersama membahas persoalan sampah dan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Aula Kantor Camat Batahan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (14/5/2026) itu dihadiri unsur Forkopimcam, pemerintah desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa hingga organisasi kemasyarakatan.
Forum tersebut digelar sebagai upaya mencari solusi atas persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, khususnya di kawasan pemukiman dan Pantai Batahan.
Dalam rapat itu, berbagai pihak menyampaikan pandangan dan usulan terkait penanganan sampah, mulai dari pentingnya edukasi kebersihan lingkungan hingga kebutuhan mendesak pembangunan TPA permanen.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Batahan, Drs H Talkisman Tanjung, mengatakan persoalan sampah harus segera ditangani secara serius karena terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk.
Ia menilai penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kecamatan saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Mahasiswa Batahan, Kurnia Putra, menyoroti kondisi sampah yang dinilai semakin mengganggu, terutama di kawasan Pantai Batahan.
Menurutnya, persoalan sampah membuat lingkungan terlihat kumuh dan membutuhkan langkah nyata dari pemerintah.
Dalam forum tersebut, mahasiswa yang lain l, Wahrizal Fakhri, juga mempertanyakan realisasi pengadaan armada pengangkut sampah yang sebelumnya sempat dijanjikan pemerintah kecamatan.
Menanggapi hal itu, Camat Batahan, Sukiman, menjelaskan pihak kecamatan telah melakukan berbagai upaya penanganan sampah, termasuk mengimbau desa dan kelurahan rutin melaksanakan program “Jumat Bersih”.
Namun, ia mengakui penanganan sampah masih terkendala karena belum adanya lokasi TPA resmi.
“Harus segera diadakan forum yang lebih besar dengan melibatkan seluruh pihak terkait agar solusi permanen terkait TPA dapat segera terwujud,” kata Sukiman.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta rapat turut mengusulkan pemanfaatan lahan eks PT. Gruti sebagai lokasi TPA sementara melalui mekanisme hibah tanah.
Lurah Pasar Baru Batahan, Aziansyah, menyebut pihaknya telah mengajukan permohonan hibah lahan eks Gruti untuk sejumlah fasilitas umum, termasuk lokasi TPA sampah.
Tokoh masyarakat, Najmudin, mengatakan keberadaan TPA menjadi kebutuhan penting agar sampah tidak lagi dibuang ke sungai maupun kawasan pantai.
Dari hasil forum diskusi tersebut, peserta rapat menyepakati pelaksanaan gotong royong massal pada Sabtu (16/5/2026) yang melibatkan ASN, TNI/Polri, mahasiswa, organisasi kepemudaan dan masyarakat umum untuk membersihkan kawasan pemukiman serta pesisir Pantai Batahan.
Selain itu, forum juga menyepakati rencana pengadaan TPA sementara di lahan eks PT. Gruti sambil mempersiapkan pembahasan lanjutan terkait pembangunan TPA permanen di Kecamatan Batahan.
(RES)(WITA)