Menengok Patih Gajahmada, Sapi Juara Kontes Asal Binjai Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban di Sumut (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Binjai – Kandang peternakan "Bang Yanto (YT) Farm" di Kota Binjai kembali menorehkan prestasi gemilang. Tak tanggung-tanggung, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menjatuhkan pilihannya pada sapi monster hasil sasis peternakan lokal ini untuk berkurban di tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Idul Adha 2026.
Sapi megah yang diberi nama Patih Gajahmada ini sukses mencatatkan diri sebagai sapi kurban presiden terbesar di wilayah Sumatera Utara tahun ini dengan bobot fantastis menembus 1 ton 200 kilogram.
Patih Gajahmada merupakan sapi jenis Pegon, yang merupakan hasil persilangan antara Simental dan Brahman Kros. Di usianya yang menginjak 4,5 tahun, sapi ini memiliki rekam jejak mentereng sebagai Juara 1 kategori Berat Ekstrem Sapi Jumbo dalam kontes sapi yang digelar di Simalungun beberapa waktu lalu.
Mengenai harga, sapi ini awalnya dibuka dengan harga Rp145 juta. Setelah melalui proses negosiasi tipis dengan staf presiden dan dinas terkait, Patih Gajahmada akhirnya sepakat dilepas di angka Rp143 juta. Rencananya, sapi monster ini akan disembelih di Tanah Lapang Merdeka Kota Binjai.
"Kenapa saya beri nama Patih Gajahmada? Karena saya lihat speknya betul-betul besar, bodynya seperti gajah, jadi spontan terpikir nama itu," ungkap Suyanto, pemilik YT Farm saat ditemui di kandangnya di Jalan Jamin Ginting, Binjai Selatan, Kamis (21/5/2026) lalu.
Prestasi ini bukanlah kebetulan semata. Sejak tahun 2022, 2024, 2025, hingga 2026, total sudah 9 ekor sapi dari kandang YT Farm yang terpilih menjadi sapi kurban presiden. Saat diwawancarai, air mata Suyanto tumpah mengenang perjuangan dan warisan ilmu dari mendiang orang tuanya.
"Sangat luar biasa senang tak terhingga. Saya teringat orang tua saya yang dulunya membimbing saya untuk betul-betul merawat sapi. Orang tua saya sudah tidak ada, mungkin di sana mereka ikut senang," ujar Suyanto sambil menangis haru.
Suyanto juga membagikan tips suksesnya kepada para peternak lain, khususnya di Binjai. Menurutnya, kunci utama adalah memilih bibit yang memiliki genetika tubuh besar, memberikan perawatan maksimal seperti mandi dua kali sehari, memberikan asupan gizi dan protein tinggi, serta rajin berbagi ilmu dengan peternak berpengalaman.
Kepercayaan Presiden Prabowo kepada YT Farm ternyata tidak hanya untuk tingkat provinsi saja. Presiden tercatat memborong total 4 ekor sapi dari kandang Bang Yanto untuk disebar ke beberapa kabupaten di Sumut.
Selain Patih Gajahmada untuk tingkat Provinsi, berikut adalah tiga sapi kurban kepresidenan lainnya yang siap dikirimkan pada H-4 atau H-3 Idul Adha:
Untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina): Dipilih sapi jenis Limousin berusia 4 tahun dengan bobot mencapai 940 kilogram, yang dibeli dengan harga Rp110 juta.
Untuk Kabupaten Nias Barat: Dipilih sapi jenis Simental berusia 4 tahun dengan berat 888 kilogram, yang dibeli dengan harga Rp105 juta.
Untuk Kabupaten Nias Utara: Dipilih sapi jenis Limousin berusia 3 tahun dengan bobot 850 kilogram, yang ditebus dengan harga Rp95 juta.
Dengan total tonase yang luar biasa dari keempat sapi tersebut, Kota Binjai kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah penghasil ternak kualitas premium yang diakui di tingkat nasional.
(RZD)