Seminar PSPI Raya Tekanan Meditasi Firman, Alkitab Anjurkan Renungan Firman Siang Malam

Seminar PSPI Raya Tekanan Meditasi Firman, Alkitab Anjurkan Renungan Firman Siang Malam
Seminar PSPI Raya Tekanan Meditasi Firman, Alkitab Anjurkan Renungan Firman Siang Malam (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Perkumpulan Seluruh Pendeta Indonesia (PSPI) Raya DPC Kota Medan kembali menggelar ibadah dan seminar bertema "Kedalaman Spiritual Alkitabiah: Meditasi Firman, Kontemplasi Kristus, dan Pola Hidup Rohani bagi Hamba Tuhan" di Gereja GPdI GMC Jalan Stasiun Gang Nangka, Marindal, Deliserdang, Jumat (28/5/2026).

Pembicara seminar, Pdt Dr David Korengkeng, MTh, menegaskan bahwa di tengah padatnya aktivitas pelayanan gereja, para hamba Tuhan perlu kembali kepada dasar kehidupan rohani yang sejati, yakni merenungkan Firman Tuhan dan membangun persekutuan yang intim dengan-Nya.
Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya aktivitas dan program gereja, melainkan oleh kedalaman hubungan pribadi seorang pelayan Tuhan dengan Kristus.
“Seorang hamba Tuhan yang kering secara rohani merupakan peringatan teologis yang serius. Pelayanan dapat berjalan, tetapi kehilangan kuasa dan hanya menghasilkan formalisme tanpa transformasi,” ujarnya.
Pdt David menjelaskan bahwa meditasi Kristen yang alkitabiah berbeda secara mendasar dengan meditasi mistik Timur yang berupaya mengosongkan pikiran. Meditasi Kristen justru mengisi pikiran dengan Firman Tuhan sehingga hati, pikiran, dan kehendak manusia dibentuk menurut kehendak Allah.
Ia mengutip sejumlah ayat Alkitab yang menekankan pentingnya meditasi Firman. Dalam Yosua 1:8, Tuhan memerintahkan agar kitab Taurat direnungkan siang dan malam supaya umat-Nya bertindak sesuai kehendak Tuhan dan mengalami keberhasilan.
Hal serupa juga ditegaskan dalam Mazmur 1:2-3 yang menggambarkan orang yang kesukaannya merenungkan Taurat Tuhan sebagai pohon yang ditanam di tepi aliran air, menghasilkan buah pada musimnya dan tidak layu daunnya.
Selain itu, Mazmur 119:15 mengajarkan pentingnya memperhatikan jalan-jalan Tuhan melalui perenungan Firman, sedangkan Mazmur 119:11 menegaskan bahwa Firman yang disimpan dalam hati menjadi perlindungan dari dosa.
Pdt David menambahkan bahwa Alkitab memberikan sejumlah janji bagi mereka yang tekun merenungkan Firman Tuhan, antara lain keberhasilan dalam hidup dan pelayanan (Yosua 1:8), kestabilan dan kehidupan yang berbuah (Mazmur 1:2-3), perlindungan dari dosa (Mazmur 119:11), pembaruan pikiran (Roma 12:2), efektivitas doa (Yohanes 15:7), serta pertumbuhan rohani yang berkelanjutan (1 Petrus 2:2).
“Meditasi Firman bukan sekadar pilihan rohani, melainkan fondasi kehidupan iman yang hidup dan berbuah. Hamba Tuhan yang berbuah adalah hamba Tuhan yang berakar dalam Firman Tuhan,” katanya.
Ketua PSPI Raya Kota Medan, Pdt Parlin Purba, SH, MH, MTh, menyambut baik pelaksanaan seminar tersebut. Ia berharap para hamba Tuhan semakin bersemangat mengobarkan api Pentakosta dan menjadikan meditasi Firman sebagai dasar pembentukan karakter, pembaruan pikiran, sumber kuasa pelayanan, serta perlindungan dari kekeringan rohani.
Senada dengan itu, Sekretaris PSPI Raya Kota Medan, Pdt Dr Poltak Sirait, SP, MSi, MTh, mengatakan bahwa merenungkan Firman merupakan keharusan bagi setiap pelayan Tuhan yang ingin berhasil dalam pelayanannya.
Sementara itu, tuan rumah kegiatan, Pdt Dr Beltazar Nainggolan, MTh, menjelaskan bahwa praktik meditasi Kristiani berakar pada teladan Yesus Kristus yang kerap menyendiri untuk berdoa, berpuasa, dan bersekutu dengan Bapa.
“Praktik tersebut kini relevan untuk menghadapi berbagai kecemasan dan pergumulan kehidupan modern melalui keheningan, ketenangan, dan kesederhanaan di hadapan Tuhan,” ujarnya.
Seminar yang diawali dengan ibadah pujian dan penyembahan itu dihadiri lebih dari 250 peserta dari berbagai denominasi gereja, para pimpinan gereja, dosen sekolah tinggi teologi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (js)
(NAI)

Baca Juga

Rekomendasi