Bulog Jamin Pasokan Pangan Sumut Aman: 56 Ribu Ton Beras Siap Disalurkan

Bulog Jamin Pasokan Pangan Sumut Aman: 56 Ribu Ton Beras Siap Disalurkan
Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto (Analisadaily/Reza Perdana)

Analisadaily.com, Medan - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memastikan ketersediaan pangan strategis di seluruh wilayah Sumut dalam kondisi aman dan melimpah.

Hingga saat ini, Bulog telah menguasai stok beras sebanyak 56.176 ton yang siap disalurkan kapan saja untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa puluhan ribu ton beras tersebut sudah tersebar merata di gudang-gudang bulog kabupaten/kota, termasuk wilayah pelosok dan kepulauan.

"Kondisi stok Bulog di Sumatera Utara saat ini sangat aman. Jumlahnya sekitar 56.176 ton dan sudah tersebar merata di seluruh wilayah Sumut, termasuk di daerah-daerah seperti Balige dan Nias. Kami siap menyalurkannya kapan saja diperlukan," ujar Budi di Medan, Rabu (10/6/2026).

Selain beras, Bulog Sumut juga mengamankan komoditas penting lainnya, di antaranya:

Jagung: Tersedia sekitar 4.230 ton di wilayah Medan untuk menyuplai kebutuhan peternak petelur mandiri di kawasan Medan, Binjai, dan Serdang Bedagai.

Minyak Goreng: Tersedia sekitar 880 ribu liter yang telah didistribusikan ke seluruh wilayah Sumut.

Gula Kristal Putih: Tersedia persediaan sekitar 430 ton guna mendukung kebutuhan pasar.

Mengenai penyaluran bantuan pangan pemerintah alokasi Februari-Maret 2026, Bulog Sumut mencatat realisasi distribusi telah mencapai 40,84 persen. Bantuan ini sudah menyentuh 717.528 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total target 1.756.846 keluarga.

Dalam program ini, setiap KPM berhak mendapatkan 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng secara gratis. Secara akumulatif, Bulog telah menggelontorkan 14.350 ton beras dan 2.870.112 liter minyak goreng.

Budi tidak menampik adanya beberapa kendala teknis di lapangan selama proses distribusi, mulai dari cuaca buruk hingga gangguan pasokan listrik akibat robohnya jaringan SUTET beberapa waktu lalu. Namun, seluruh kendala tersebut kini dipastikan sudah teratasi.

"Kami sudah mengambil berbagai langkah antisipasi cepat, termasuk menyediakan genset di gudang-gudang Bulog. Saat ini seluruh proses distribusi sudah kembali terkendali dan tidak ada kendala berarti," tegasnya.

Ada kabar baik bagi masyarakat rentan. Pemerintah pusat berencana memperpanjang program bantuan pangan gratis ini pada Juli 2026, tepat setelah penyaluran tahap awal rampung pada 30 Juni mendatang.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi nasional, program lanjutan ini akan menyasar sekitar 33,7 juta penerima di seluruh Indonesia, di mana 1,75 juta KPM di antaranya berada di Sumatera Utara.

"Kebijakan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak kenaikan harga pangan akibat faktor global," jelas Budi.

Tidak hanya fokus pada bantuan gratis, Bulog Sumut juga bergerak cepat menjaga stabilitas harga pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Sejak Maret 2026, sebanyak 17.294 ton beras SPHP telah digelontorkan ke pasar-pasar tradisional dan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), atau sekitar 35,36 persen dari target tahunan (49.043 ton).

Melihat dinamika pasar, Budi membocorkan bahwa pemerintah pusat kemungkinan besar akan menambah kuota beras SPHP untuk wilayah Sumatera Utara dalam waktu dekat.

"Rencananya ada penambahan target SPHP untuk Sumut. Ini sinyal positif bahwa pasokan beras ke pasar akan semakin tebal, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan beras dapat terus kita jaga dengan kokoh sampai akhir tahun," pungkas Budi.

(RZD/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi