Lewat Festival Bakcang 2026, Marga Zhang Sumut Rawat Tradisi dan Doakan Kedamaian Indonesia

Lewat Festival Bakcang 2026, Marga Zhang Sumut Rawat Tradisi dan Doakan Kedamaian Indonesia
Lewat Festival Bakcang 2026, Marga Zhang Sumut Rawat Tradisi dan Doakan Kedamaian Indonesia (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Yayasan Marga Zhang Sumatera Utara (Sumut) sukses menggelar Festival Bakcang 2026 di CBD Polonia Medan, Minggu (7/6). Mengusung misi pelestarian warisan leluhur, perayaan tahunan ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh ribuan masyarakat Tionghoa dari berbagai wilayah di Sumut.

Tidak sekadar berkumpul, festival ini dikemas apik dengan memadukan unsur budaya, hiburan, dan aksi sosial. Mulai dari donor darah, lomba karaoke, aksi memukau kesenian Barongsai, hingga kompetisi sengit adu cepat membungkus bakcang.

Ketua Marga Zhang Sumut, Pandita Solihin Chandra, menegaskan bahwa festival ini merupakan komitmen nyata dalam menjaga dan merawat tradisi masyarakat Tionghoa yang telah mengakar selama berabad-abad.

"Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kami merawat tradisi warga Tionghoa, dan ini rutin kami gelar setiap tahunnya. Untuk festival tahun ini, antusiasme warga luar biasa, apalagi kita barengi dengan aksi sosial seperti donor darah dan berbagai perlombaan," ujar Solihin saat diwawancarai di Bandara Kualanamu, Jumat (12/6).

Bagi masyarakat Tionghoa, Hari Bakcang atau Perayaan Peh Cun memiliki tempat istimewa di hati. Tradisi ini digelar untuk mengenang dan menghormati jasa Qu Yuan (340 SM - 278 SM), seorang tokoh patriot sekaligus menteri dari Negara Chu yang melegenda. Istilah Hari Bakcang sendiri merujuk pada hidangan khas yang secara simbolis dilemparkan ke sungai dalam sejarah peringatannya.

Lebih dari sekadar hidangan tradisional, Solihin mengupas makna filosofis di balik bentuk bakcang yang unik. Kuliner berbentuk limas ini memiliki empat sudut yang sarat akan untaian doa dan harapan baik.

Filosofi 4 Sudut Bakcang:

Sudut Pertama: Harapan agar umat manusia saling mencintai.

Sudut Kedua: Doa agar selalu diberi kedamaian dan kesejahteraan.

Sudut Ketiga: Simbol harapan akan kelancaran rezeki.

Sudut Keempat: Doa untuk keberhasilan dalam usaha serta karier.

Melalui momentum sakral ini, Marga Zhang Sumut juga menyematkan doa terbaik untuk tanah air di tengah situasi global yang penuh tantangan.

"Intinya, melalui Festival Bakcang 2026 ini, kita berharap kesuksesan menyertai kita semua. Kita juga mendoakan agar bangsa Indonesia selalu aman, damai, dan tetap kuat di tengah krisis ekonomi yang sedang melanda dunia," papar Solihin.

Kesuksesan acara ini juga mendapat apresiasi besar dari Ketua Panitia, Zhang Ik Chai. Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak dan tokoh masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh.

Kemeriahan perayaan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Sumatera Utara dan Kota Medan. Di antaranya Dewan Pembina Marga Zhang Sumut Kansen Surastio, Tokoh Pers Sumut Master Supandi Kusuma, Anggota DPRD Sumut Hasyim, Ketua DPRD Medan Wong Cun Sen, Anggota DPRD Medan Lie Lie Tan, Ketua PSMTI Sumut Lim Hui Tak, Ketua PSMTI Medan Fery, serta Ketua Marga Tai Kunjung.

Hadir pula jajaran panitia yang solid menyukseskan acara, antara lain Musdi Zhang, Evina Zhang, Agustina Zhang, Ellyana, Rudy Zhang, Zhang Ai Lie, Zhang Acien, Sandy Zhang, A an, Tukijo, Aguan Zhang, Joni Zhang, serta Zhang Min An (Suanto).

(KAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi