Ade Taufiq Sosialisasikan Perda Sistem Kesehatan, Warga Medan Tak Perlu Takut Lagi Berobat

Ade Taufiq Sosialisasikan Perda Sistem Kesehatan, Warga Medan Tak Perlu Takut Lagi Berobat
Ade Taufiq saat Sosialisasikan Perda Sistem Kesehatan Kota Medan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PKS Dapil 4, dr. H. Ade Taufiq, Sp.OG, menegaskan bahwa masyarakat Kota Medan saat ini tidak perlu lagi takut untuk berobat karena pemerintah telah menyediakan jaminan pelayanan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan dan Universal Health Coverage (UHC).

Hal tersebut disampaikan Ade Taufiq saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Jermal, Lingkungan II, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (13/6).

Dalam pemaparannya, Ade Taufiq menjelaskan bahwa dirinya bertugas di Komisi II DPRD Kota Medan yang membidangi kesejahteraan rakyat, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan.

Dikatakannya saat ini seluruh warga Kota Medan telah mendapatkan perlindungan layanan kesehatan melalui BPJS maupun program UHC yang dibiayai Pemerintah Kota Medan.

“Sekarang warga Kota Medan sudah dicover pelayanan kesehatannya melalui BPJS dan UHC. Yang tidak punya BPJS tetap bisa dilayani melalui UHC. Jadi warga Medan tidak perlu takut lagi kalau berobat. Kalau ada warga yang sakit, mohon dibantu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.

Ade Taufiq juga menjelaskan bahwa program UHC dapat dimanfaatkan oleh peserta BPJS Mandiri yang memiliki tunggakan iuran sehingga tidak dapat menggunakan kepesertaan BPJS-nya.

“Pemegang BPJS Mandiri yang menunggak dan tidak bisa dilayani menggunakan BPJS, bisa memanfaatkan UHC. Jangan takut. Pemerintah Kota Medan bekerja sama dengan BPJS dan rumah sakit yang menjadi mitra sehingga masyarakat tetap berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan catatan rumah sakitnya bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan terkait pembiayaan yang belum sepenuhnya ditanggung BPJS, seperti korban begal, perkelahian, penyalahgunaan narkoba, maupun kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Pada kesempatan yang sama, Ade Taufiq juga mengingatkan tiga fungsi utama anggota DPRD, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan.

Ia menjelaskan bahwa DPRD bersama Pemerintah Kota Medan telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan sebesar sekitar Rp7,6 triliun yang dialokasikan untuk berbagai program pembangunan, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan yang paling besar.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap pendidikan juga diwujudkan melalui program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Sekolah Rakyat ini gratis, mulai dari biaya pendidikan, makan, uang saku, pakaian hingga fasilitas asrama. Insya Allah akan mulai berjalan sekitar Juli atau Agustus dan berlokasi di Kecamatan Medan Tuntungan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Uswatun Hasanah, Suparto, mengapresiasi kehadiran Ade Taufiq dan berharap hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat terus terjalin dengan baik. “Kita harus memilih pemimpin yang baik dan dekat dengan masyarakat. Jangan hanya datang saat masa kampanye atau reses saja,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Ketua PKS Medan Denai, Muhammad Dien Alqhoimi. Ia menegaskan bahwa PKS tidak hanya aktif saat momentum pemilu, tetapi juga terus hadir dalam kegiatan pembinaan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara warga dan narasumber terkait berbagai persoalan kesehatan, pelayanan publik, serta kebutuhan masyarakat di lingkungan setempat.

(NS)

Baca Juga

Rekomendasi