Analisadaily.com, Chongqing - Pusat Komunikasi Internasional China Barat atau Western China International Communication Organization (WCICO) membuka peluang kerja sama dengan berbagai media di Indonesia guna memperluas pertukaran informasi dan memperkenalkan Chongqing kepada masyarakat internasional termasuk juga sebaliknya.
Peluang tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan rombongan jurnalis dari Indonesia yang dibawa oleh Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan saat berkunjung ke markas WCICO di Chongqing, China, Rabu (24/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Deputy General Manager WCICO, Sang Jian, bersama Deputy Director iChongqing, Bridget Yang, memaparkan perkembangan organisasi yang kini menjadi salah satu pusat komunikasi internasional terpenting di kawasan barat China tersebut.
WCICO yang berkantor pusat di Chongqing menempati kompleks seluas sekitar empat hektare yang dilengkapi gedung produksi konten, studio penyiaran, pusat teknologi digital, hingga ruang kerja bagi 70 tenaga kerjanya termasuk jurnalis.
Sang Jian menjelaskan, WCICO secara resmi berdiri pada 16 Agustus 2023 sebagai platform komunikasi internasional tingkat nasional yang dioperasikan oleh Chongqing Daily Newspaper Group. Sebelumnya, lembaga tersebut dikenal sebagai Chongqing International Communication Center yang telah berdiri sejak 2018.
"Visi kami adalah menceritakan Chongqing kepada dunia dengan cara yang baik, akurat, dan mudah dipahami masyarakat internasional," ujar Sang Jian.
Sebagai satu-satunya pusat komunikasi internasional tingkat kota madya di kawasan tengah dan barat China, WCICO memegang peran penting dalam mendukung keterbukaan Chongqing kepada dunia luar. Melalui berbagai platform media digital, organisasi ini mempromosikan potensi ekonomi, bisnis, pariwisata, budaya, pendidikan, hingga inovasi teknologi yang berkembang pesat di kota tersebut.
Salah satu platform unggulannya adalah iChongqing, media berbahasa Inggris yang kini menjadi salah satu rujukan utama informasi mengenai Chongqing di mesin pencari global. Selain itu, WCICO juga mengelola aplikasi Bridging News yang lebih membahas tentang berita ekonomi dan keuangan.
“Kami juga punya saluran YouTube, Instagram, serta berbagai akun media sosial internasional lainnya. Dan dari semuanya pengikutnya lumayan banyak termasuk di Facebook,” katanya.
Hingga tahun 2025, jaringan media yang mereka kelola secara total memiliki lebih dari 23 juta pengikut dari berbagai negara, termasuk kawasan ASEAN yang menjadi salah satu pasar audiens terbesar.
"Ketika orang mencari informasi tentang Chongqing di internet, sebagian besar hasil yang muncul berasal dari platform yang kami kelola," kata Bridget.
Sepanjang tahun 2025 saja, tim WCICO telah memproduksi lebih dari 10.600 berita berbahasa Inggris. Produksi konten tersebut didukung jaringan kerja sama dengan lembaga media nasional maupun internasional, perguruan tinggi, komunitas pemuda, hingga kreator konten dari berbagai negara.
Dalam upaya memperluas jangkauan global, WCICO juga membangun Pos Wartawan Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Journalists Station) yang berfungsi sebagai pusat layanan bagi wartawan asing yang datang ke Chongqing.
Fasilitas tersebut memungkinkan jurnalis internasional memperoleh dukungan informasi, akses liputan, hingga peluang kolaborasi pemberitaan. Melalui fasilitas itu pula, media dari berbagai negara berkesempatan menjalin kerja sama pertukaran konten, penyelenggaraan kegiatan bersama, maupun membangun jaringan perwakilan informasi di masing-masing negara. Termasuk Indonesia
"Kami terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut dengan media internasional, termasuk dari Indonesia. Bentuk kerja sama bisa berupa pertukaran informasi, kolaborasi produksi konten, hingga kegiatan komunikasi bersama," jelas Sang Jian.
Peran WCICO juga terlihat ketika mengakomodasi berbagai kegiatan internasional yang berlangsung di Chongqing. Salah satu yang menarik perhatian dunia adalah kunjungan bintang basket dunia, Stephen Curry, yang datang dalam rangka kegiatan bisnis dan promosi.
Kehadiran tokoh-tokoh global tersebut menjadi bagian dari strategi komunikasi untuk meningkatkan eksposur internasional Chongqing.
Selain menggandeng media, WCICO aktif bekerja sama dengan mahasiswa internasional dan influencer dari berbagai negara. Mereka mengundang kreator konten untuk datang langsung ke Chongqing guna menghasilkan cerita dan pengalaman autentik mengenai kehidupan di kota metropolitan tersebut.
Beberapa kreator dari Filipina, Thailand, Rusia, dan negara lainnya bahkan menjadi bagian dari ekosistem produksi konten internasional yang dibangun WCICO. Salah satunya adalah tenaga profesional yang sebelumnya bekerja di Thailand dan kini telah lima tahun bergabung di Chongqing. Ada pula jurnalis muda asal Rusia yang merupakan lulusan magister di Chongqing dan kini menjadi bagian dari tim komunikasi internasional.
Di tengah perkembangan teknologi digital, WCICO juga memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung produksi konten. “Ada tapi tidak semua,” ujarnya.
Ke depan, WCICO menargetkan penguatan berbagai program strategis, termasuk pengembangan stasiun televisi daring Let's Meet Network TV, pusat distribusi audiovisual China Barat, pusat pertukaran budaya pemuda internasional, platform layanan warga asing di Chongqing, serta basis operasi kreator konten global. Dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Chongqing, komunikasi internasional kini menjadi salah satu instrumen penting dalam pembangunan kota.











