Jejak Sang Ayah Membawa Mario Pulang ke Natal di Tanah Kelahiran Sastrawan STA

Jejak Sang Ayah Membawa Mario Pulang ke Natal di Tanah Kelahiran Sastrawan STA
Jejak Sang Ayah Membawa Mario Pulang ke Natal di Tanah Kelahiran Sastrawan STA (Analisadaily/Rudi Erianto S)

Analisadaily.com, Natal - Suasana penuh kebanggaan menyelimuti Hotel Kurnia Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), saat Mario Alisyahbana, putra sastrawan besar Indonesia Sutan Takdir Alisyahbana (STA), mengunjungi tanah kelahiran ayahnya, Jumat (26/6/2026).

Kedatangan Mario disambut hangat oleh Lembaga Adat dan Budaya Ranah Nata (LABRN) bersama Pemerintah Kecamatan Natal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat.

Ketua LABRN, Ali Anapiah, mengatakan kunjungan Mario Alisyahbana ke Natal tidak sekadar untuk bersilaturahmi dengan masyarakat.

Kehadirannya juga membawa misi penting, yakni meminta dukungan masyarakat agar Sutan Takdir Alisyahbana dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

‎"Beliau datang untuk bersilaturahmi sekaligus meminta dukungan agar Sutan Takdir Alisyahbana ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," kata Ali Anapiah kepada Analisadaily.

Ali mengatakan, dukungan tersebut dihimpun melalui Lembaga Adat Budaya Ranah Nata yang nantinya akan menjadi representasi suara masyarakat Natal sebagai daerah kelahiran STA.

‎"Dukungan itu datang dari seluruh lapisan masyarakat Natal melalui lembaga adat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah kecamatan, hingga elemen masyarakat lainnya. Sebab, beliau adalah putra terbaik yang lahir dari Natal," ujarnya.

Ali menuturkan, masyarakat Natal memiliki kebanggaan tersendiri terhadap sosok Sutan Takdir Alisyahbana yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sastra, bahasa, dan kebudayaan Indonesia.

‎"Bagi kami, beliau bukan hanya milik keluarga, tetapi juga milik masyarakat Natal dan bangsa Indonesia. Sudah sepatutnya perjuangan dan pemikiran beliau mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara," ucapnya.

‎Kunjungan Mario pun menjadi momen emosional. Puluhan tahun setelah sang ayah meninggalkan kampung halamannya untuk meniti perjalanan intelektual hingga dikenal dunia, kini sang anak kembali menapaki tanah yang menjadi awal perjalanan hidup keluarga Alisyahbana.

Sementara itu, Camat Natal, Nori Susanda, menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk kembali memperkenalkan sejarah daerah kepada generasi muda. Menurut Nori, Natal tidak hanya dikenal sebagai daerah pesisir, tetapi juga menjadi tempat lahir salah satu pemikir terbesar Indonesia.

‎Sutan Takdir Alisyahbana lahir di Natal pada 11 Februari 1908. Dari daerah pesisir barat Sumatera Utara itu, ia tumbuh menjadi salah satu tokoh pembaru sastra Indonesia, pelopor bahasa Indonesia modern, pendiri majalah Poedjangga Baroe, serta penulis sejumlah karya monumental seperti Layar Terkembang dan Dian yang Tak Kunjung Padam.

Pemikirannya tentang modernisasi, kebudayaan, dan bahasa Indonesia menjadikan namanya dikenang sebagai salah satu intelektual terbesar yang pernah dimiliki bangsa ini.

Pemerintah Kecamatan Natal bersama LABRN berharap kunjungan Mario Alisyahbana menjadi momentum memperkuat dukungan masyarakat terhadap pengusulan STA sebagai Pahlawan Nasional sekaligus membangkitkan kembali semangat generasi muda untuk mengenal sejarah tokoh besar yang lahir dari bumi Natal.

‎Bagi masyarakat Natal, kepulangan Mario bukan sekadar kunjungan keluarga. Kehadirannya menjadi simbol bahwa ikatan antara seorang anak dan tanah kelahiran ayahnya tidak pernah benar-benar terputus, sekaligus menghidupkan kembali jejak seorang putra daerah yang telah mengharumkan nama Indonesia melalui karya dan pemikirannya.(RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi