Roma Simanungkalit Anak Tukang Parkir di Sumbul Dairi Masuk IPB dan UNHAN

Roma Simanungkalit Anak Tukang Parkir di Sumbul Dairi Masuk IPB dan UNHAN
Roma Simanungkalit Anak Tukang Parkir di Sumbul Dairi Masuk IPB dan UNHAN (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Tuhan punya banyak cara membangkitkan semangat hidup kaum masyarakat lemah. Salah satunya lewat lompatan dunia pendidikan.

Itu dirasakan keluarga Peranto Simanungkalit (48) penduduk Jalan Lingga Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi.

Peranto yang kerap menjadi tukang parir di tepian jalan raya dan Pasar Sumbul menyebut, Sang Pencipta membuka jalan baginya.

Si buah hati, Roma HotPasu siswa SMAN 1 Sumbul meraih kursi di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Pertahahan (Unhan).

“Roma meraih kursi jalur SNBP (prestasi) di IPB dan tes ketat di Unhan tahun 2026,” kata Peranto, Jumat (26/6).

Diungkapkan, sesungguhnya, dia bersyukur kala pengumuman skala nasional menorehkan Roma menjadi salah seorang calon mahasiswa di kampus top, IPB.

Awalnya, ia berharap memperoleh biaya pendidikan gratis lewat kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Harapan kami, Roma mendapat keringanan atau gratis. Secara ekonomi, kami bukan keluarga mapan,” kata Peranto.

Ia menandaskan, menjadi tukang parkir dilakoninya 2 hari dalam sepekan, yakni Senin dan Selasa.

Pasalnya, itu merupakan puncak keramaian di daerahnya, bertepatan musim pekanan (pasar).

Hari-hari berikut, menemani istri, Donna boru Mangunsong bertanam sayur di lahan pinjaman.

“Kami tanam sawi, kangkung, buncis secara bergantian. Jenis tersebut kategori cepat panen,” kata Peranto.

Dari hasil verifikasi, keluarganya ditetapkan di desil 5. Pun begitu, ia tak menyalahkan siapa. Yang penting, Roma lanjut kuliah di PTN favorit.

Roma sudah membayar uang kuliah Rp2,4 juta semester pertama.

Pun begitu, Roma menghampirinya, membisikkan ingin mencari peluang lain melalui tes ke Unhan. Sebagai orang tua, Peranto menyebut, mendukung penuh.

“Anakku, manalalah menurutmu jalan terbaik, silahkan. Papa mendukung penuh,” ujar Peranto.

Peranto menyebut, ternyata, ujian ke kampus beasiswa di bawah naungan Kementerian Pertahanan itu, tidak banyak biaya. Hanya perlu menyediakan materai 10 ribu dan perlengkapana pakaian.

“Ngak banyak biaya seleksi ke Unhan. Hanya materai dan perlengkapan pakaian,” kata Peranto.

Peranto menyebut, sempat menyangka putrinya kalah mental kala bertarung dengan 15 ribu lebih peserta.

Namun fakta diterimanya justru terbalik. Roma malah penuh percaya diri dan berdoa, kiranya menang dalam kontestasi.

“Saya bangga melihat foto Roma mengenakan seragam loreng dalam rangkaian seleksi. Menangkah ini?” ujar Peranto.

Diungkapkan, hatinya gundah jelang pengumuman final, Selasa (23/6) sore. Ia mengikuti perkembangan melalui media sosial. Kalau kalah, ponsel peserta akan dikembalikan ke anak sekira pukul 17.00 Wib.

“Kalau lolos, HP belum dikembalikan. Belum bisa pakai sambil menunggu proses lanjutan,” kata Peranto.

Kabar gembira diterimanya pukul 20.00 Wib. Air matanya menetes pertanda haru mendengar kalimat lulus.

“Lulusnya aku, pa. Aku lanjut kuliah di Unhan jurusan Teknik Rekayasa Sumber Daya Air,” kata Peranto mengulangi ucapan Roma.

Diutarakan, sejak duduk di bangku SD hingga SMA, Roma tak pernah menduduki peringkat 1. Posisinya antara 5 hingga juara 2. Tetapi, semangat belajar tak pernah luntur.

Camat, Rinto Hutauruk membenarkan. Peranto merupakan tukang parkir.

“Oh ya, Peranto bekerja sebagai tukang parkir saat pasar dan jalan raya kondisi ramai,” kata Rinto.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi