Perkembangan Penanganan Gagal Ginjal: Kolaborasi Multidisiplin Tingkatkan Harapan Pasien Hemodialisis

Perkembangan Penanganan Gagal Ginjal: Kolaborasi Multidisiplin Tingkatkan Harapan Pasien Hemodialisis
Temu ilmiah bertajuk "Deteksi Dini pada Hemodialysis Access Management" yang diselenggarakan Columbia Asia Hospital Medan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Lembaga Pelatihan Kesehatan Prima Indonesia di Hotel Four Points Medan, Sabtu (4/7/2026 (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Penyakit Ginjal Kronis (PGK) terus menjadi tantangan serius bagi dunia kesehatan di Indonesia. Jumlah pasien yang memerlukan terapi hemodialisis atau cuci darah meningkat dari tahun ke tahun, mendorong tenaga medis untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi meningkatkan kualitas pelayanan.

Perkembangan tersebut menjadi fokus dalam temu ilmiah bertajuk "Deteksi Dini pada Hemodialysis Access Management" yang diselenggarakan Columbia Asia Hospital Medan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Lembaga Pelatihan Kesehatan Prima Indonesia di Hotel Four Points Medan, Sabtu (4/7/2026).

Forum ini mempertemukan dokter umum, dokter spesialis, perawat, serta tenaga kesehatan (Nakes) untuk membahas berbagai inovasi dalam tata laksana pasien gagal ginjal, khususnya pengelolaan akses vaskular sebagai jalur utama tindakan hemodialisis.

Direktur Columbia Asia Hospital Medan, dr. Beni Satria, M.Kes., S.H., M.H., FISQua, mengatakan, meski hemodialisis masih menjadi terapi utama bagi pasien gagal ginjal kronis, pendekatan penanganannya kini telah berkembang jauh lebih modern dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas hidup pasien.

"Meski cuci darah masih menjadi solusi terbaik hingga saat ini, metode perawatannya sudah berkembang sangat pesat. Seluruh prosedur kini mengacu pada standar medis yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien," ujarnya.

Salah satu perkembangan penting adalah penerapan sistem single use pada seluruh instrumen hemodialisis. Setiap perangkat hanya digunakan untuk satu kali tindakan sehingga risiko infeksi dapat ditekan semaksimal mungkin. Standar ini dinilai sangat penting mengingat pasien gagal ginjal harus menjalani terapi cuci darah secara rutin sepanjang hidupnya.

Di sisi lain, penanganan pasien kini juga semakin mengedepankan pendekatan multidisiplin. Tidak hanya melibatkan dokter umum sebagai garda terdepan pelayanan, tetapi juga didukung dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular serta dokter spesialis nefrologi.

Peran spesialis bedah vaskular dan endovaskular semakin strategis, terutama dalam menangani penyempitan pembuluh darah perifer, pembuatan akses vaskular seperti arteriovenous (AV) fistula maupun AV graft, hingga melakukan evaluasi terhadap berbagai gangguan akses vaskular yang sering dialami pasien gagal ginjal.

Menurut Beni, kolaborasi lintas disiplin tersebut terbukti mampu memberikan hasil klinis yang lebih baik. Pendekatan terpadu bahkan mampu meningkatkan clinical outcome hingga sekitar 20 persen dibandingkan metode penanganan konvensional. Model pelayanan ini telah diterapkan secara rutin di Columbia Asia Hospital Medan.

Meski demikian, tantangan terbesar dalam penanganan gagal ginjal masih terletak pada rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini. Penyakit ginjal kronis kerap berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya ketika fungsi ginjal telah menurun drastis.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, maupun riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Upaya pencegahan melalui pemeriksaan berkala dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan saat penyakit telah memasuki stadium lanjut.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Columbia Asia Hospital Medan akan terus menyelenggarakan kegiatan ilmiah bagi tenaga kesehatan sekaligus menghadirkan berbagai paket pemeriksaan kesehatan yang lebih terjangkau. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ginjal serta menekan laju kasus gagal ginjal di Kota Medan dan Sumatera Utara.(MUL)

Baca Juga

Rekomendasi