Miris! Pustu Tebing Tinggi Sergai Rusak Parah, Warga: Katanya November Ini Direhab (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Serdang Bedagai – Kondisi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun II, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kian memprihatinkan.
Alih-alih menjadi tempat yang aman untuk berobat, fasilitas kesehatan ini justru menyimpan potensi bahaya bagi petugas medis maupun warga setempat akibat kerusakan struktural yang cukup berat.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (6/7), tanda-tanda kerusakan terlihat jelas di berbagai sudut bangunan:
Dinding Retak: Keretakan menjalar di beberapa bagian dinding utama.
Kusen Lapuk: Kusen pintu ruang pemeriksaan, ruang penyimpanan alat medis, hingga pintu belakang tampak keropos dimakan usia.
Atap Bocor: Bagian plafon asbes hancur berantakan dan atap seng terlihat berlubang.
Hak Dasar yang Terabaikan
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari warga sekitar. Erwin (63), salah seorang warga setempat, menyayangkan lambatnya respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai.
"Sudah bertahun-tahun bangunan Pustu ini rusak berat, namun Pemkab Sergai kelihatannya kurang peduli. Kesehatan itu hak dasar manusia, tapi kalau sarana dan prasarananya hancur begini, bagaimana bisa memberikan pelayanan yang prima?" cetus Erwin kesal.
Ia menambahkan, meski sudah sering dipotret dan ditinjau oleh berbagai pihak, tanda-tanda perbaikan fisik belum juga terlihat. Namun, ia mendapatkan secercah harapan dari informasi terakhir yang menyebutkan adanya rencana renovasi pada akhir tahun ini.
Sudah Diajukan Sejak Dua Tahun Lalu
Kepala Pustu Desa Tebing Tinggi, Nurhayati Br. Sitorus, tidak menampik kondisi tersebut. Ia mengaku pihak manajemen Pustu tidak tinggal diam dan telah melayangkan surat usulan renovasi ke Dinas Kesehatan Sergai sejak jauh-jauh hari.
"Kami sudah mengajukan permohonan rehabilitasi sejak dua tahun lalu agar bangunan ini segera diperbaiki. Informasi terbaru yang kami terima, perbaikannya direncanakan mulai berjalan pada November 2026 mendatang," ungkap Nurhayati.
Kini, warga hanya bisa berharap janji manis perbaikan di bulan November 2026 tersebut bukan sekadar angin surga. Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai diharapkan benar-benar merealisasikan komitmennya sebelum keruntuhan bangunan memakan korban jiwa, demi menjamin pelayanan kesehatan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
(BAH/RZD)