Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito memberikan keterangan pers, Selasa (14/7/2026). (Analisadaily/istimewa )
Analisadaily.com, Asahan - BPJS Kesehatan memperluas akses layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)bagi penduduk di daerah 3T [terdepan, terluar, dan tertinggal] melalui layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan layanan jemput bola BPJS Keliling.
Langkah tersebut merupakan implementasi program Layanan Ujung Negeri (LANURI) yang diluncurkan bersamaan dengan penutupan Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan, Senin (13/7/2026).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan VIOLA merupakan kanal layanan tanpa tatap muka berbasis video conference yang menghubungkan masyarakat dengan petugas BPJS Kesehatan secara real time untuk pengurusan administrasi kepesertaan JKN, informasi, dan penanganan pengaduan.
"Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling tersebut merupakan wujud implementasi Layanan Ujung Negeri (LANURI), salah satu dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan. Hari ini kita laksanakan LANURI serentak di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia, dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Dari ke-558 titik tersebut, sebanyak 179 titik menyediakan layanan BPJS Keliling, sementara di 379 titik lainnya menghadirkan layanan VIOLA. Harapan kami, LANURI dapat memudahkan akses layanan JKN bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil atau aksesnya terbatas karena kondisi geografis,"ujar Pujo yang didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto.
Data Januari-Mei 2026 mencatat 218.729 pemanfaatan VIOLA. Layanan terbanyak dilakukan di Puskesmas dengan jenis layanan dominan berupa informasi dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Segmen peserta yang paling banyak memanfaatkan VIOLA adalah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Selain kanal digital, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan BPJS Keliling untuk menjangkau wilayah yang terkendala jaringan, geografis, dan literasi digital.
Pujo juga menyampaikan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mencapai 91,53 persen. Program tersebut terdiri dari 4 Program Customer Centric dan 4 Program Collaborative. Beberapa program utama yang telah tercapai antara lain JKN 3T berupa kerja sama kapal bantu rumah sakit dan pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T, P-Care MBG, serta Eliminasi Inefisiensi melalui intelligence claim.
"Adapun beberapa program utama yang telah tercapai adalah JKN 3T (kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit ke daerah 3T serta pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T), P-Care MBG (petugas SPPG menjadi peserta JKN dan terpantau kesehatannya, serta tumbuh kembang siswa penerima MBG terpantau), dan Eliminasi Inefisiensi (intelligence claim untuk upaya efisiensi biaya JKN, serta pencegahan, pendeteksian, dan penanganan perilaku inefisiensi termasuk potensi fraud). Ada pula sejumlah poin yang masih terus berproses bersama pemangku kepentingan terkait," jelas Pujo.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, mengapresiasi perluasan layanan tersebut. "Kementerian Koperasi menyambut baik kolaborasi ini, mengingat jaringan Koperasi Desa Merah Putih memiliki jaringan yang tersebar hingga ke tingkat desa dan kecamatan di seluruh Indonesia, serta memiliki akses internet untuk mendukung penyelenggaraan VIOLA maupun BPJS Keliling. Kami akan mendorong jajaran pengurus Koperasi di daerah 3T untuk mendukung pelaksanaan LANURI sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat Indonesia," katanya.
Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, menyatakan jaringan pelayanan kesehatan TNI siap mendukung LANURI melalui mobilisasi tenaga kesehatan, pemanfaatan fasilitas kesehatan TNI, pengoperasian kapal rumah sakit, hingga pengerahan 76.000 personel Babinsa. "Kehadiran LANURI pun diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut," katanya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, Sri Widiastuti, menyebut VIOLA dan BPJS Keliling bertujuan memastikan masyarakat wilayah akses terbatas tetap mendapat pelayanan JKN yang mudah dan setara.
"Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah dengan akses terbatas, tetap memperoleh pelayanan JKN yang mudah, cepat, dan setara. Melalui VIOLA dan BPJS Keliling, masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan atau memperoleh informasi terkait Program JKN," ujar Sri Widiastuti.
Di wilayah kerja Cabang Kisaran, layanan BPJS Keliling digelar di RS Bantuan 01.08.01 Kisaran dengan 30 peserta. Layanan VIOLA serentak dilaksanakan di enam lokasi, Kantor Desa Ambalutu, Kabupaten Asahan 14 peserta, Kantor Desa Benteng, Kabupaten Batu Bara 21 peserta, Kantor Kelurahan Muara Sentosa, Kota Tanjungbalai 11 peserta, Kantor Desa Sonomartani, Kabupaten Labuhanbatu Utara 4 peserta, Kantor Desa Bunut, Kabupaten Labuhanbatu Selatan 6 peserta, dan Kantor Desa Tanjung Haloban, Kabupaten Labuhanbatu 3 peserta.
(ARI/DEL)