Sejumlah peserta rapat Banmus DPRD Sumut keluar ruangan karena gempa yang terjadi, Rabu (22/7/2026). (Analisadaily/zulnaidi)
Analisadaily.com, Medan - Badan Musyawarah (Banmus) menjadwalkan ulang rapat paripurna DPRD Sumut pada 30 Juli 2026. Pengulangan jadwal menyusul belum selesainya tahapan soal Ranperda Pertanggungjawanan APBD 2025 Pemprovsu.
Banmus dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, dan anggota Fatimah, dan Anita Lubis. Hadir juga Sekwan Ali Sipahutar dan Kabag Persidangan Luthfi Solihin di ruang Banmus DPRD Sumut, Rabu (22/7/2026).
"Kita sudah jadwalkan kembali Paripurna DPRD Sumut untuk pengambilan keputusan terkait pertanggungjawaban APBD yang kemarin tidak tuntas," kata Salman usai rapat Banmus.
Soal kepergian Gubsu Bobby Nasution di tengah berlangsungnya sidang, Selasa kemarin, Salman mengaku tidak berani berspekulasi. "Karena bukan saya yang pimpin sidang. Tapi saya dapat informasi memang Gubsu ada kegiatan lain," sebutnya.
Dia mengaku memang tidak lazim seorang kepala daerah meninggalkan ruangan sidang tanpa alasan yang benar benar bisa diterima. Apalagi hanya karena persoalan dinamika rapat di legislatif.
"Tapi kami dari Fraksi PKS kemarin hadir semua," ungkapnya.
Ditanya bagaimana sikap legislatif terkait prilaku Gubsu Bobby tersebut, Salman mengatakan, apa dan bagaimana sikap dewan tergantung fraksi masing-masing.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut Hj Anita Lubis menambahkan, agar persoalan tersebut tidak diperpanjang. "Soalnya, semua fraksi sudah setuju atas pertanggungjawaban APBD 2025 kemarin. Jadi sebenarnya tidak ada persoalan lagi," sebutnya.
Sebagaimana diketahui, Gubsu Bobby Nasution meninggalkan arena sidang paripurna DPRD Sumut saat terjadi hujan interupsi. Persoalannya, karena kuorum atau tidak. Walau dijelaskan di awal sidang audah kuorum, tapi untuk pengambilan keputusan akhir ada perbedaan yang mengharuskan kuorum dua pertiga kehadiran anggota dewan.
Dewan belum sepakat karena kuorum awal sidang setengah n plus satu sudah cukup, sementara kuorum pengambilan keputusan berbeda. Tengah perdebatan sengit, Gubsu Bobby berdiri dan meninggalkan ruangan diikuti Pj Sekdaprovsu Sulaiman Harahap. Di sudut lain, sejumlah pimpinan OPD juga diarahkan meninggalkan lokasi paripurna.
Tidak lama setelah itu, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus mengetok palu mensekor (menutup) sidang sembari mengatakan paripurna selanjutnya akan dijadwalkan ulang melalui Banmus. Usai paku diketuk, sejumlah anggota DPRD terkaget-kaget. Mereka tidak menyangka sama sekai kakau Gubsu Bobby 'senekat' itu meninggalkan ruangan. Termasuk juga sikap Ketua DPRD Sumut yang langsung menutup sidang tanpa penjelasan apa dan mengapa.
"Saya kira Gubsu keluar sebentar ke toilet atau salat, ternyata tidak balik lagi. Sampai kemudian Ketua DPRD langsung menutup sidang kami tak tahu alasannya," kata Ketua Fraksi PKB DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga.
(NAI/NAI)











