212 Juta Pengguna Internet Terus Meningkat, Hati–Hati 'Kesemutan Digital'

212 Juta Pengguna Internet Terus Meningkat, Hati–Hati 'Kesemutan Digital'
dr. Indriazel Syaputri Hutasuhut, Sp.N (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Lebih dari 212 juta pengguna internet di Indonesia, dengan rata-rata waktu penggunaan perangkat digital yang terus meningkat menunjukkan prevalensi neuropati pada populasi umum berkisar antara 1% hingga 7%.

Angka ini cenderung lebih tinggi pada individu yang terlibat dalam aktivitas repetitif dan posisi statis dalam waktu lama, seperti pekerja kantoran dan pelaku industri kreatif digital.

dr. Indriazel Syaputri Hutasuhut, Sp.N, dokter spesialis saraf di Columbia Asia Hospital Aksara, menjelaskan bahwa gejala gangguan saraf seringkali diabaikan, padahal dapat memiliki dampak permanen jika tidak ditangani sejak dini.

“Gejala awal seperti kesemutan, baal (mati rasa), hingga nyeri pada tangan atau leher adalah sinyal bahwa saraf sedang mengalami tekanan. Konsultasi dini dengan dokter spesialis saraf dapat meningkatkan peluang diagnosis akurat dan penanganan optimal sebelum kondisi memburuk,” ujar dr. Indriazel.

Selain durasi penggunaan gadget, dr. Indriazel juga menekankan pentingnya penerapan posisi kerja yang ergonomis, termasuk menjaga posisi layar sejajar dengan mata dan melakukan peregangan berkala setiap 30 menit untuk melancarkan aliran darah serta mengurangi ketegangan saraf.

Dr. dr. Beni Satria, M.Kes., S.H., M.H., FISQua, Hospital CEO Columbia Asia Hospital Aksara, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung produktivitas masyarakat.

“Columbia Asia Hospital Aksara berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan saraf di tengah meningkatnya penggunaan teknologi. Melalui edukasi kesehatan dan layanan Neurologi yang komprehensif, kami berharap masyarakat dapat mengenali gejala gangguan saraf perifer sejak dini, menerapkan pola kerja yang lebih ergonomis, serta segera mendapatkan penanganan yang tepat agar tetap sehat dan produktif,” tegas dr. Beni.

Columbia Asia Hospital Aksara menyediakan layanan spesialis saraf yang didukung teknologi diagnostik terkini, bertujuan untuk mendukung pekerja digital agar dapat terus berkarya tanpa hambatan kesehatan.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi