Dekan FIB USU : Kegiatan Budaya Jadi Cara Merawat Keberagaman di Medan

Dekan FIB USU : Kegiatan Budaya Jadi Cara Merawat Keberagaman di Medan
Dekan FIB USU memberikan cendramata kepada Anggota Komisi X DPR RI, dr. Sofyan Tan. (Analisadaily/Hatta)

Analisadaily.com, Medan - Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Muhammad Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D., mengatakan berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan FIB USU menjadi salah satu upaya dalam menjaga serta melestarikan keberagaman budaya di Kota Medan.

Hal tersebut disampaikan saat kegiatan peluncuran buku Tionghoa Medan: Merajut Kebhinnekaan dalam Keharmonisan Berbangsa karya Dr. Mariana Makmur yang diselenggarakan Program Studi Bahasa Mandarin FIB USU di Gedung Serbaguna Prof. T. Amin Ridwan, Fakultas Ilmu Budaya USU.

Pujiono mengatakan, FIB USU memiliki peran dalam memperkuat nilai multikulturalisme melalui berbagai kegiatan yang mengangkat keberagaman budaya.

"Dari FIB USU ini sangat banyak sebenarnya. Keberagaman atau multikulturalisme di masyarakat yang ada di Kota Medan. Jadi caranya adalah dengan membuat beberapa kegiatan. Jadi selama ini kita sudah ada membuat kegiatan-kegiatan terkait dengan budaya Melayu, budaya Batak, kemudian budaya nasional yang lainnya," ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, melalui kegiatan budaya yang dilakukan secara berkelanjutan, mahasiswa dapat membangun sinergi saling mendukung dalam berbagai bidang, termasuk penelitian dan pengabdian.

"Jadi dengan melestarikan kegiatan-kegiatan tersebut yang kita buat dalam event tahunan itu, membuat kita menjadi jauh lebih bersinergi. Sehingga kita bisa saling mendukung dalam keadaan apa pun. Misalnya dalam membangun, dalam membuat penelitian, pengabdian, dan seterusnya. Sehingga bisa mengembangkan luarannya itu ke produk dari pencapaian Fakultas Ilmu Budaya, khususnya Universitas Sumatera Utara," katanya.

Terkait buku Tionghoa Medan: Merajut Kebhinnekaan dalam Keharmonisan Berbangsa, ia berharap buku tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami keberagaman.

"Jadi harapan saya kepada mahasiswa tentang buku Tionghoa ini adalah, mohon dibaca dengan baik, dan mengambil beberapa contoh dari situ yang bisa dijadikan sumber inspirasi, sehingga bisa mengembangkan pembelajaran serta pengetahuan. Sehingga nantinya mahasiswa diharapkan dapat melihat bahwa kebhinekaan itu bukan hanya dimiliki oleh masyarakat Kota Medan saja, tapi Tionghoa Medan juga seperti itu," tuturnya.

(REL/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi