Pasien Kepanasan hingga Keluhkan Sikap Nakes, RSUD Sultan Sulaiman Didesak Berbenah

Pasien Kepanasan hingga Keluhkan Sikap Nakes, RSUD Sultan Sulaiman Didesak Berbenah
Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) M Nur Bawean saat memberikan keterangan, Jumat (7/8) (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai – Kualitas pelayanan di RSUD Sultan Sulaiman, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), kembali menjadi sorotan tajam. Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Sergai mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit pelat merah tersebut menyusul rentetan keluhan pasien yang dinilai mencederai rasa kemanusiaan.

Ketua FKI-1 Sergai, M. Nur Bawean, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar yang seharusnya mengedepankan kenyamanan dan sikap humanis. Ia menyoroti laporan pasien yang harus berjuang melawan gerah di dalam ruang rawat inap lantaran fasilitas pendingin ruangan (AC) yang rusak, bahkan teknisi melakukan perbaikan saat pasien masih berada di lokasi.

"Jika hal ini benar terjadi, tentu harus menjadi perhatian serius. Bupati Sergai, H. Darma Wijaya, selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Maka, jika keluhan ini terbukti, evaluasi total terhadap direktur hingga seluruh staf wajib dilakukan," tegas Nur Bawean di Seirampah, Kamis (7/8/2026).

Pengalaman Buruk Pasien Kritik ini mencuat setelah salah satu pasien, Umi Salamah, mengungkap kekecewaannya. Umi yang merupakan peserta BPJS Mandiri Kelas 1 mengaku tidak mendapatkan kenyamanan di Ruangan Anggrek 11 sejak Sabtu (1/8/2026). Selain fasilitas AC yang tidak berfungsi, ia juga mengeluhkan sikap dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang dinilai kurang profesional.

"Dokter justru melontarkan ucapan yang kurang pantas saat saya sedang menahan sakit hebat. Seharusnya tenaga medis memberikan pelayanan dengan empati, bukan justru membuat pasien merasa tertekan," ujar Umi.

Tersandera Memori Kasus Kematian Bayi Nur Bawean mengingatkan bahwa RSUD Sultan Sulaiman memiliki catatan kelam di masa lalu. Pada September 2025, rumah sakit ini sempat diguncang demonstrasi besar oleh Aliansi Masyarakat Desa Bakaran Batu terkait kematian seorang bayi pasca-operasi caesar. Masyarakat saat itu menduga adanya kelalaian medis.

"Kasus itu seharusnya menjadi pelajaran berharga. Sayangnya, pihak rumah sakit seolah lupa. Orang datang ke RS untuk sembuh, bukan malah tambah sakit karena pelayanan yang buruk," tambah Nur Bawean.

Respons Direktur Menanggapi gelombang kritik tersebut, Direktur RSUD Sultan Sulaiman, dr. Hendri Yanto Ginting, M.KM, merespons singkat melalui pesan WhatsApp pada Rabu (5/8/2026). Ia menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan dan mengarahkan masyarakat untuk memanfaatkan sistem pengaduan resmi yang telah disediakan pihak rumah sakit.

"Terima kasih atas informasinya dan masukannya. Semoga menjadi perbaikan bagi RSUD Sultan Sulaiman. Mohon maaf atas ketidaknyamanan," tulisnya.

Meski pihak manajemen telah membuka kanal aduan, desakan publik untuk perbaikan nyata di lapangan kini semakin menguat, menuntut standar pelayanan yang lebih manusiawi dan profesional di fasilitas kesehatan kebanggaan masyarakat Sergai tersebut.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi