Said Aldi Al Idrus Bahas Strategi Kaderisasi Anak Muda Bersama BMK 57 di Bandangan Jawa Tengah

Said Aldi Al Idrus Bahas Strategi Kaderisasi Anak Muda Bersama BMK 57 di Bandangan Jawa Tengah
Said Aldi Al Idrus Bahas Strategi Kaderisasi Anak Muda Bersama BMK 57 di Bandangan Jawa Tengah (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Semarang - Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar, Said Aldi Al Idrus, menggelar pembahasan terkait strategi kaderisasi dan penguatan peran generasi muda bersama BMK 57 di Bandangan, Jawa Tengah, usai pelaksanaan MUBES BMK 57. Pada Mubes tersebut terpilih secara aklamasi Rizki Maulana, menggantikan Kemas Ilham Akbar yang selama ini sangat aktif memimpin BMK 57.

Dalam pertemuan tersebut membahas beberapa tantangan politik kebangsaan di era digital, sekaligus langkah konkret dalam memperkuat kaderisasi anak muda menuju Indonesia Emas 2045, dan atas arahan Ketum DPP Partai Golkar, H Bahlil Lahadalia tahun 2026 adalah tahun konsolidasi.

Said Aldi yang juga Ketua Umum PP AMPG mengatakan bahwa perubahan zaman dan perkembangan teknologi digital telah memengaruhi pola pikir serta pola interaksi generasi muda terhadap politik dan organisasi.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah menurunnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan anak muda akibat disrupsi era digital yang begitu masif.

“Perubahan pola komunikasi dan arus informasi digital yang begitu cepat membuat tantangan kebangsaan semakin kompleks. Karena itu BMK 57 bersama OKP Karya Kekaryaan harus hadir untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan, serta pendidikan politik kepada generasi muda,” ujar Said Aldi Al Idrus.

Ia menjelaskan, generasi muda saat ini cenderung lebih tertarik pada organisasi berbasis hobi, profesi, komunitas, dan kegiatan sosial di banding organisasi politik konvensional. Karena itu, pendekatan kaderisasi harus lebih adaptif mengikuti karakter serta kebutuhan anak muda masa kini.

Said Aldi menilai strategi rekrutmen kader muda perlu dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari generasi muda. Salah satunya melalui penguatan konten digital politik yang lebih menarik, ringan, edukatif, dan mudah dipahami.

Selain itu, digitalisasi dinilai menjadi instrumen utama dalam membangun simpatisan sebelum menjadi kader aktif partai. Menurutnya, ruang ekspresi politik bagi Gen Z dan Milenial juga harus diperluas agar anak muda merasa dekat dan terlibat dalam proses politik kebangsaan.

“Pola interaksi kader dengan anak muda juga harus berubah. Tidak bisa lagi menggunakan pendekatan yang terlalu formal dan kaku. Harus lebih fleksibel, komunikatif, serta berbasis engagement,” lanjutnya.

Menurut Said Aldi yang didampingi Kemas Ilham Akbar, Ubaidillah, Sedek Bahta, Ziko Odang, Rizki Maulana, Omar Syarif, Liana Piliang, Nuansa Rambe, di hadapan ratusan Pengurus BMK 57 dari seluruh Indonesia menyampaikan penguatan organisasi dan kaderisasi generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan kekuatan politik yang visioner, adaptif, dan siap menghadapi dinamika politik menuju 2029.

(KAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi