FEB UMSU dan Bank Indonesia Sumut Perkuat Literasi Keuangan UMKM melalui ToT SIAPIK (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Medan — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FEB UMSU) bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi kedua institusi dalam mendukung peningkatan kapasitas dan literasi keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kerja sama FEB UMSU dan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara sebelumnya ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 25 Agustus 2026, yang mencakup pembinaan bersama terhadap 100 UMKM dari Kota Medan, Serdang Bedagai, Binjai, dan Langkat.
Sejalan dengan upaya penguatan peran akademisi dalam pembinaan UMKM, FEB UMSU menyelenggarakan ToT SIAPIK yang diikuti oleh dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai IX Gedung Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Acara pembukaan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU, Assoc. Prof. Dr. Radiman, S.E., M.Si., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, serta Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi Daerah, Edy Kristianto.
Dalam sambutannya, Dekan FEB UMSU, Assoc. Prof. Dr. Radiman, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan pendapatan dan perekonomian daerah. Namun, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan permodalan, akses pasar, sumber daya manusia, serta pengelolaan keuangan.
Menurutnya, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi, dan lembaga pembiayaan, untuk mendukung penguatan kapasitas serta keberlanjutan usaha UMKM. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha.
“Dalam bidang keuangan, pencatatan laporan keuangan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pelaku UMKM. Tidak jarang keuangan pribadi masih tercampur dengan keuangan usaha, sehingga menyulitkan proses pengelolaan dan evaluasi keuangan bisnis,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan ToT SIAPIK bagi dosen FEB UMSU diharapkan dapat memperkuat kemampuan akademisi dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Dengan demikian, pelaku usaha diharapkan mampu menerapkan sistem pencatatan keuangan yang lebih tertib, akurat, dan terstruktur.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa. Dalam sambutannya, Ameriza menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya berkaitan dengan permodalan, tetapi juga penguatan sikap mental dan kapasitas usaha agar mampu bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan, memperluas akses pasar, serta mengembangkan komunitas bisnis atau inkubator bisnis sebagai wadah kolaborasi bagi pelaku UMKM. Melalui komunitas tersebut, berbagai permasalahan usaha diharapkan dapat dibahas dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Dalam kesempatan tersebut, Ameriza juga menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung pembinaan UMKM, termasuk meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan para pelaku usaha.
FEB UMSU dan Bank Indonesia Sumut Perkuat Literasi Keuangan UMKM melalui ToT SIAPIK
Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Training of Trainer yang menghadirkan sejumlah narasumber dari Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Materi pertama disampaikan oleh Dean yang memaparkan secara komprehensif mengenai penggunaan aplikasi SIAPIK sebagai instrumen pencatatan keuangan yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan UMKM.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi secara tertib guna menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan mendukung pengambilan keputusan usaha.
Materi kedua disampaikan oleh Fanal Hatorangan Nainggolan yang melanjutkan pembahasan terkait implementasi SIAPIK. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pendalaman mengenai praktik penggunaan aplikasi, penyusunan laporan keuangan, serta strategi pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu menerapkan sistem pencatatan keuangan secara berkelanjutan.
Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Angsoka Yorintha Paundralingga dengan tema digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Dalam paparannya, dijelaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi transaksi, serta menjawab perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah pada pembayaran non-tunai.
Angsoka juga menjelaskan mengapa pelaku UMKM perlu memanfaatkan QRIS sebagai sarana pembayaran modern yang mudah, aman, dan terintegrasi. Selain mempercepat transaksi, penggunaan QRIS juga dapat membantu pelaku usaha dalam mendokumentasikan transaksi secara lebih tertib dan mendukung inklusi keuangan.
Pada kesempatan tersebut turut diperkenalkan inovasi terbaru berupa QRESTO, yaitu sistem pembayaran digital berbasis QRIS pertama di Indonesia yang merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, dan Bank Sumut.
Kehadiran QRESTO diharapkan mampu memperkuat ekosistem digital UMKM, khususnya di Kota Medan, sekaligus mendorong percepatan transformasi ekonomi dan keuangan digital di daerah.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari FEB UMSU kepada Bank Indonesia dan dari Bank Indonesia kepada Dekan FEB UMSU sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara kedua institusi.
Melalui kegiatan ini, FEB UMSU dan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara terus mendorong penguatan peran akademisi dalam pembinaan UMKM, khususnya melalui peningkatan kapasitas dalam pencatatan, pengelolaan keuangan, dan pemanfaatan sistem pembayaran digital yang lebih sistematis, inklusif, dan berkelanjutan.
(RZD)