Analisadaily.com, Medan - Anak aktif identik dengan berbagai aktivitas, mulai dari bermain, bergerak hingga berkeringat. Kondisi ini membuat orang tua perlu memberikan perhatian lebih terhadap kebersihan dan kenyamanan anak, termasuk dalam memilih produk personal care yang sesuai untuk penggunaan sehari-hari.
Di Medan, orang tua mengenal istilah “bau matahari” untuk menggambarkan aroma tubuh atau rambut anak setelah bermain dan berkeringat di luar ruangan. Ada pula istilah “bau acem”, yakni aroma asam yang dapat muncul setelah anak berkeringat berulang kali.
Aktivitas anak, baik di luar rumah maupun di lingkungan rumah, membuat kondisi tersebut menjadi bagian dari keseharian. Ketika anak pulang dalam keadaan berkeringat, kebutuhan untuk kembali bersih, segar, nyaman, dan wangi menjadi perhatian orang tua.
Riset Cimigo menyebutkan, anak usia 3–12 tahun rata-rata menggunakan 2–4 produk personal care dalam rutinitas bulanan. Hal ini menunjukkan bahwa produk perawatan anak telah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari keluarga.
Dalam memilih personal care untuk anak, manfaat produk bukan satu-satunya faktor yang diperhatikan orang tua. Aroma juga menjadi salah satu pertimbangan, termasuk apakah wanginya disukai oleh anak.
Temuan tersebut semakin relevan dengan aktivitas anak yang mudah berkeringat. Studi internal B&B terhadap 100 ibu yang memiliki anak usia 3–6 tahun menunjukkan, 90 persen ibu menyatakan anak mereka lebih mudah berkeringat dan membutuhkan produk dengan wangi yang tahan lama.
Kedua temuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kebersihan dan kesegaran berjalan beriringan dengan pengalaman penggunaan produk yang menyenangkan bagi anak.
“Anak-anak yang aktif biasanya lebih mudah berkeringat. Karena itu, rutinitas perawatan setelah bermain bukan hanya tentang membersihkan tubuh, tetapi juga bagaimana membuat anak merasa segar dan nyaman kembali,” ujar Popi Novella, Group Brand Manager B&B lewat rilis yang diterima, Kamis (20/8/2026).
Terjangkau Bukan Sekadar Murah
Selain manfaat dan aroma, harga juga menjadi pertimbangan karena personal care merupakan produk yang digunakan secara rutin. Namun, produk yang terjangkau tidak selalu berarti produk dengan harga paling rendah.
Orang tua juga mempertimbangkan kesesuaian antara manfaat dan biaya yang dikeluarkan. Dalam konteks personal care anak, value for money berarti memperoleh manfaat yang relevan dengan kebutuhan anak, seperti bersih, segar, nyaman, dan wangi, dengan harga yang tetap masuk akal untuk penggunaan sehari-hari.
“Menurut kami, terjangkau bukan berarti sekadar murah. Orang tua ingin mendapatkan manfaat yang memang dibutuhkan anak dan merasa bahwa manfaat tersebut sepadan dengan biaya yang dikeluarkan,” jelas Popi.
Kebutuhan Personal Care Anak Terus Berkembang
Seiring beragamnya aktivitas anak, kebutuhan terhadap produk personal care juga ikut berkembang. Anak tidak hanya membutuhkan perawatan setelah bermain di luar rumah, tetapi juga setelah beraktivitas di rumah, sekolah, maupun kegiatan lainnya.
Sebagai brand personal care anak dari Kino Indonesia, B&B melihat kebutuhan tersebut sebagai bagian dari keseharian anak aktif. Personal care diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kebersihan, tetapi juga pengalaman yang membuat anak merasa segar dan nyaman setelah beraktivitas.
“Bagi kami, personal care anak bukan hanya tentang membuat anak bersih. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana produk tersebut dapat mendukung keseharian anak dan memberikan rasa nyaman bagi orang tua,” tutup Popi.











