Konsumsi Kopi di Pagi Hari Bisa Tingkatkan Konsentrasi dan Kesehatan Otak

Konsumsi Kopi di Pagi Hari Bisa Tingkatkan Konsentrasi dan Kesehatan Otak
Ilustrasi secangkir kopi (Analisadaily/AI)

Analisadaily.com, Jakarta - Mengonsumi kopi di pagi hari memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Secangkir kopi bisa meningkatkan konsentrasi dengan meningkatkan kewaspadaan dan mendukung kesehatan otak dalam jangka Panjang.

Melansir Antara, Rabu (26/8/2026), berdasarkan laporan Eating Well, kandungan kafein dan polifenol dalam kopi disebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi sekaligus dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Ahli gizi Talia Follador, RDN, LDN, menjelaskan kafein bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa dalam otak yang mendorong rasa kantuk.

Satu cangkir kopi seduh berukuran sekitar 237 mililiter mengandung rata-rata 96 miligram kafein. Penelitian menunjukkan konsumsi satu hingga dua cangkir kopi atau hingga sekitar 200 miligram kafein dapat membantu meningkatkan waktu reaksi dan akurasi pada orang dewasa sehat.

Namun, konsumsi kafein dalam jumlah lebih tinggi tidak selalu memberikan manfaat tambahan. Dosis 300 miligram atau lebih menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan dapat meningkatkan rasa gelisah atau tubuh terasa gemetar.

Ahli gizi Caitlin Beale, M.S., RDN, mengatakan kopi kaya akan antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada otak. Kopi juga dapat mendukung aliran darah ke otak.

Sebuah penelitian populasi besar yang dikutip Eating Well menemukan bahwa peminum kopi harian memiliki risiko demensia terkait Alzheimer 34 persen lebih rendah dan risiko Parkinson 37 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Namun, manfaat tersebut terlihat pada konsumsi kopi berkafein tanpa tambahan gula.

Follador juga mengatakan konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi berkafein per hari dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah dan hasil kognitif yang lebih baik.

Meski demikian, hubungan tersebut tidak membuktikan bahwa kopi dapat mencegah demensia atau penurunan fungsi kognitif. Penelitian jangka panjang terhadap lebih dari 130.000 orang selama 43 tahun menemukan bahwa kelompok dengan konsumsi kafein dari kopi tertinggi memiliki risiko demensia 18 persen lebih rendah dibandingkan kelompok dengan konsumsi sangat sedikit atau tanpa kafein.

Ahli gizi Johannah Katz, M.A., RD, menyarankan konsumsi kopi dilakukan pada pagi atau awal siang hari agar kafein membantu meningkatkan kewaspadaan tanpa mengganggu tidur malam. Ia juga menyarankan memberikan jarak sekitar sembilan jam antara konsumsi kopi terakhir dan waktu tidur.

Katz juga mengingatkan setiap orang memiliki toleransi kafein yang berbeda. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan konsumsi kafein tidak lebih dari 400 miligram per hari bagi orang dewasa, meski jumlah tersebut belum tentu dapat ditoleransi semua orang.

Bagi orang yang tidak dapat mengonsumsi kopi, para ahli menyarankan teh hijau atau hitam, air putih, dan kefir sebagai alternatif minuman yang dapat mendukung kesehatan otak.

Teh mengandung kafein dalam jumlah lebih rendah serta polifenol, sementara kefir menyediakan probiotik yang mendukung kesehatan mikrobioma usus dan kaitannya dengan otak.

Follador mengatakan menjaga hidrasi dengan minum air juga membantu komunikasi sel otak, aliran darah, serta pengiriman nutrisi ke otak yang berperan dalam menjaga fokus dan konsentrasi.

(ANT/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi