Perkuat Mitigasi di Daerah Rawan, PLN dan BPBD Bentuk Desa Siaga Bencana di Batu Mbelin (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Deliserdang - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara meresmikan Program Desa Siaga Bencana di Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Selasa (1/9). Langkah ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN untuk memperkuat mitigasi bencana di daerah rawan.
Acara peresmian yang berlangsung di Jambur Desa Batu Mbelin ini dihadiri oleh perwakilan PLN UID Sumut, BPBD Provinsi Sumut, BPBD Deliserdang, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Sibolangit dan Desa Batu Mbelin.
Mengingat letak geografis Desa Batu Mbelin yang berada di kawasan perbukitan dan aliran sungai, desa ini memiliki risiko alami seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang, hingga cuaca ekstrem. Oleh karena itu, program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas warga melalui pembentukan Tim Desa Siaga Bencana dan pelatihan intensif yang meliputi:
Pelatihan Respon Darurat: Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), vertical rescue, dan water rescue.
Penyediaan Alat Keselamatan: Penyerahan life jacket, helm keselamatan, headlamp, perlengkapan P3K, megafon, tandu lipat, dan alat vertical rescue.
Fasilitas Pendukung Evakuasi: Tandon air darurat, pompa air portabel, gergaji mesin, peralatan gotong royong, serta pemasangan 15 rambu jalur evakuasi dan 3 titik kumpul.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Manager PLN UP3 Bukit Barisan Megantara Vilanda Setyawan, menegaskan bahwa kesiapan masyarakat adalah kunci utama meminimalkan dampak bencana.
"Ketika keadaan darurat datang, masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, peralatan, serta sistem koordinasi yang baik akan mampu memberikan respons awal secara lebih cepat dan tepat," ujar Rizky.
Komandan Kompi Satgas BPBD Provinsi Sumatera Utara, Daniel Dachi, menyambut positif kolaborasi ini. Ia mengingatkan bahwa mitigasi bencana memerlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan.
"Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap seluruh peralatan dapat dirawat dan digunakan sesuai kebutuhan," kata Daniel.
Senada dengan hal tersebut, Camat Sibolangit Muhammad Arif Budiman dan Kepala Desa Batu Mbelin Resna Ketaren turut menyampaikan apresiasi atas bantuan dan pelatihan yang diberikan.
"Program TJSL ini diharapkan dapat membentuk budaya sadar bencana yang berkelanjutan di tengah masyarakat Sibolangit," tambahnya.
(JW/RZD)