Analisadaily.com, Medan - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi Sutomo 1 Medan. Empat siswa dari jenjang SMP dan SD Sutomo 1 berhasil meraih penghargaan dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP dan SD yang digelar secara online pada 26–28 Agustus 2026.
Dari jenjang SMP, prestasi terbaik diraih Ayleen Roselie Tjahaja, siswa kelas VIII SMP Sutomo 1, yang berhasil meraih Medali Emas bidang Matematika. Sementara itu, Nathan Morgan, siswa kelas IX SMP Sutomo 1, berhasil membawa pulang Medali Perunggu bidang IPS.
Prestasi juga datang dari jenjang SD. Joyce Mirabel Ng, siswa kelas VI SD Sutomo 1, berhasil memperoleh penghargaan Honorable Mention bidang IPA, sedangkan Wilbert, siswa kelas V SD Sutomo 1, meraih Medali Perunggu bidang Matematika.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan prestasi akademik di lingkungan Sutomo 1 terus dilakukan secara serius dan berkesinambungan. Bagi sekolah, capaian para siswa tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk semakin memperkuat pembinaan siswa berbakat di bidang olimpiade.
Kepala SMP Sutomo 1, Dwigamar Hadi Purwanto, B.IT, M.Kom didampingi Kepala Sekolah SD Sutomo 1 Medan, Helen, S.Si., Apt mengatakan pihak sekolah sangat mengapresiasi pencapaian para siswa. Menurutnya, hasil yang diraih tahun ini menunjukkan adanya perkembangan positif dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau prestasi emas ini sangat membanggakan. Tahun lalu kita mendapatkan emas, dan tahun ini kembali mendapatkan emas, ditambah satu perunggu. Ini menunjukkan adanya peningkatan,” ujar Dwi, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, sekolah memang telah menyiapkan siswa-siswa yang memiliki minat dan kemampuan di bidang olimpiade sejak awal tahun ajaran. Pembinaan dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat kota, provinsi hingga nasional.
Menurut Dwi, ke depan sekolah berharap semakin banyak siswa Sutomo 1 yang mampu mewakili sekolah dalam berbagai ajang olimpiade, bahkan hingga tingkat internasional.
“Harapan kita, ada tiga bidang yang dipertandingkan di OSN 2026 dan berharap ada tiga perwakilan dari SMP Sutomo di tiga bidang itu yang bisa terus berprestasi. Kalau ada kesempatan mengikuti ajang internasional, kita juga harus sudah mempersiapkan anak-anak dari sekarang,” katanya.
Keberhasilan Ayleen Roselie Tjahaja meraih medali emas bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Persiapan telah dilakukannya sejak lama, bahkan sejak duduk di sekolah dasar ia terbiasa bertanding ikut Olimpiade.
Ayleen mengungkapkan, setelah masuk ke Sutomo 1, latihan dan pembinaan yang diterimanya semakin intensif.
Dalam proses persiapannya, Ayleen tidak hanya belajar di sekolah. Ia juga mendapatkan pelatihan tambahan. Pada pagi hari, ia mengikuti pembelajaran bersama guru, sedangkan pada sore ke malam hari kembali mendapatkan materi dan latihan khusus untuk menghadapi soal-soal olimpiade.
Materi yang diberikan juga semakin berkembang dari waktu ke waktu. Setelah mengikuti seleksi tingkat Kota Medan dan berhasil lolos, pembinaan semakin difokuskan untuk menghadapi tingkat provinsi hingga nasional.
Hasilnya, Ayleen berhasil menjadi satu-satunya perwakilan SMP Sutomo 1 yang melaju pada bidang Matematika hingga tingkat nasional dan akhirnya mampu meraih Medali Emas.
“Sangat senang dan terkejut bisa mendapatkan emas. Awalnya saya berpikir mungkin mendapatkan perunggu atau perak,” tuturnya sambil berharap hadiahnya ke depan ditambah pemerintah.
Siswa SD
Tidak hanya jenjang SMP, siswa SD Sutomo 1 juga menunjukkan kemampuan yang membanggakan. Wilbert Yar, siswa kelas V SD Sutomo 1, berhasil meraih Medali Perunggu bidang Matematika. Bagi Wilbert, kompetisi nasional tersebut menjadi pengalaman berharga. Ia menyadari bahwa soal-soal olimpiade memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dengan soal pembelajaran sehari-hari di sekolah.
“Pertama memang susah. Tahun depan harus mencoba lagi dan belajar lebih intensif. Semoga bisa mendapatkan medali perak atau emas,” ujar Wilbert.
Sementara itu, Joyce Mirabel Ng, siswa kelas VI SD Sutomo 1, berhasil mendapatkan Honorable Mention bidang IPA. Capaian Joyce menunjukkan bahwa pembinaan olimpiade di tingkat sekolah dasar juga mulai memberikan hasil. Sekolah berharap pengalaman yang diperoleh Joyce dapat menjadi modal untuk meningkatkan prestasinya pada kompetisi berikutnya.











