Enam Desa di Kota Langsa Terendam Banjir (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Langsa - Diperkirakan hujan deras di kawasan pegunungan mengakibatkan debit air daerah aliran sungai (DAS) Krueng Langsa meluap.Akibatnya sebanyak enak desa (Gampong) di Kota Langsa Terendam banjir, Jumat (11/9/2026).
Selain itu, karena debit air tinggi kawasan DAS Krueng Langsa, meluap dan mengakibatkan pemukiman penduduk disepanjang DAS tersebut tergenang air setinggi 30-60 centimeter.
Kondisi membuat warga tersebut terpaksa harus menyelamatkan barang-barang berharga, bahkan masih trauma pascabanjir yang terjadi pada November tahun 2025 lalu.
"Sekitar pukul 07.00 WIB air sudah mulai masuk ke rumah saya, setinggi selutut orang dewasa. Akibatnya, saya harus bersiap-siap untuk menyelamatkan barang berharga dan terpaksa tidak kerja," ujar Fera (45) warga Gampong Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama.
Diakuinya, aliran DAS Krueng Langsa juga banyak sekali kayu gelondongan terbawa arus dan diperkirakan berasal dari atas atau kawasan pegunungan hutan Kota Langsa. "Semoga jangan sampai banjir tahun lalu terulang kembali karena kami masih trauma sekali," sebutnya.
Sementara, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa,M. Yusuf Akbar, didampingi Kabidnya, H Hady Wijaya, mengatakan, pihaknya saat ini terus memantau pergerakan banjir yang menggenangi pemukiman warga.
"Tim BPBD terus melakukan langkah-langkah preventif berupa pembuatan jalur evakuasi, memasang tali sebagai jalur penyelamatan dan hal lain yang bersifat pertolongan pertama kepada warga akibat banjir ini," katanya.
Dilaporkan hingga pukul 10.40 WIB sudah kian menyusut, namun demikian warga harus tetap waspada mengingat langit Langsa masih terlihat mendung. (DIR/WITA)











