Amol Titus: Budaya Menjadi Kunci Kreativitas dan Masa Depan Generasi Muda

Amol Titus: Budaya Menjadi Kunci Kreativitas dan Masa Depan Generasi Muda
Pelaksanaan Lake Toba Writers Festival Amol Titus yang digelar di Sibisa, Kaldera Toba. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Parapat - CEO IndonesiaWISE Amol Titus menilai kekayaan seni dan budaya Indonesia menyimpan banyak nilai yang dapat menjadi sumber kreativitas sekaligus bekal penting bagi generasi muda menghadapi perubahan zaman.

Budaya, menurutnya, tidak cukup hanya diwariskan, tetapi harus terus digali untuk melahirkan gagasan dan karya yang memiliki karakter serta mampu bersaing secara global.

“Dalam budaya ada banyak kunci, banyak pilihan untuk solusi. Kunci itu harus kita keluarkan untuk kreativitas. Kalau tidak, semuanya hanya copy paste,” ujar Amol Titus dalam rangkaian Lake Toba Writers Festival 2026, Jumat (11/9/2026).

Menurut Amol, sastra dan budaya memiliki peran besar dalam membangun cara berpikir generasi muda. Melalui tulisan, puisi, cerita dan berbagai ekspresi seni, generasi muda dapat belajar melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas sekaligus menemukan identitasnya sendiri.

Karena itu, kegiatan literasi dan festival sastra tidak seharusnya menjadi ruang eksklusif, melainkan dapat menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan minat membaca dan menulis. Menurutnya, keberadaan penulis tidak dapat dipisahkan dari pembaca.

Semakin kuat budaya membaca, semakin besar pula ruang bagi lahirnya penulis dan karya baru yang merepresentasikan kekayaan Indonesia.

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus yang mengapresiasi pelaksanaan Lake Toba Writers Festival dan keterlibatan para penulis dari berbagai daerah.

Menurutnya, kehadiran para penulis senior menjadi kesempatan berharga untuk memberikan inspirasi sekaligus menumbuhkan minat literasi di kalangan generasi muda.

Audi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Toba menyambut baik kegiatan yang mempertemukan para penulis dan pegiat sastra tersebut.

Ia berharap kehadiran mereka tidak hanya menghasilkan diskusi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar di Kabupaten Toba.

Ia mencontohkan kegiatan literasi yang melibatkan para penulis dengan mendatangi sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

Interaksi langsung tersebut dinilai penting untuk membangkitkan minat membaca dan menulis generasi muda sejak dini.

“Kalau tidak ada pembaca, penulis akan berhenti berpikir. Jadi pembaca itu yang paling utama,” kata Audi, seraya mengapresiasi IndonesiaWISE dan para penulis yang telah menghadirkan kegiatan sastra di kawasan Danau Toba.

Audi juga menyampaikan bahwa Kabupaten Toba memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi para penulis. Karena itu, pertemuan antara penulis dengan masyarakat lokal diharapkan mampu melahirkan karya yang mengangkat cerita, tradisi, bahasa dan kehidupan masyarakat Toba.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution sebelumnya menilai seni dan budaya memiliki posisi penting dalam pengembangan pariwisata berkualitas.

Menurutnya, kekayaan budaya harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan sehingga kawasan Danau Toba tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang hidup dan ekosistem budaya yang berkelanjutan.

Melalui pertemuan para penulis, pegiat seni, pemerintah dan masyarakat, Lake Toba Writers Festival diharapkan tidak berhenti sebagai festival sastra, tetapi menjadi ruang untuk menghidupkan kembali budaya membaca, menulis dan berkarya.

Dari Danau Toba, berbagai cerita dan gagasan lokal diharapkan dapat tumbuh menjadi narasi budaya yang dikenal lebih luas hingga ke tingkat global.

(REL/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi