FK USU dan Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Kesehatan Usus, Dorong Generasi yang Lebih Sehat

FK USU dan Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Kesehatan Usus, Dorong Generasi yang Lebih Sehat
Wakil Dekan III FK USU, Prof. Dr. dr Dina Keumala Sari bersama Ketua Yayasan Amway Peduli, Riana Nur Wulan SE dan Clinical Nutrition Specialist / Lifeling Learner, dr Joshua Asley SpGK saat diwawancarai, Sabtu (11/7/2026). (Analisadaily/Irin Juwita)

Analisadaily.com, Medan - Pola makan tinggi gula, lemak, dan makanan olahan dinilai menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjaga kesehatan masyarakat saat ini. Kondisi tersebut mendorong Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Yayasan Amway Peduli menggelar seminar bertajuk "Healthy Gut, Brighter Future" di Aula Lantai III FK USU, Sabtu (11/7/2026).

Seminar yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-74 FK USU itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan saluran pencernaan sejak usia dini sebagai langkah mencegah berbagai penyakit kronis.

Dekan FK USU Dr. dr. Muara Panusunan Lubis, M.Ked(OG), Sp.OG, Subsp.KFm yang diwakili Wakil Dekan III FK USU, Prof. Dr. dr. Dina Keumala Sari, M.Gizi, Sp.GK, Subsp.PK, membuka kegiatan ini.

Dalam paparannya, Prof. Dr. dr. Dina Keumala Sari mengatakan kesehatan usus tidak lagi dipandang hanya berkaitan dengan sistem pencernaan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh.

"Melalui seminar ini kami ingin mengedukasi masyarakat umum, mahasiswa, dan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mengenai pentingnya menjaga kesehatan saluran pencernaan, khususnya usus. Harapannya, kita dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik," katanya.

Menurut Prof. Dina, saat ini masih banyak masyarakat yang mengonsumsi makanan dan minuman olahan dengan kandungan gula, lemak, maupun bahan tambahan pangan yang tinggi. Kebiasaan tersebut dinilai kurang mendukung kesehatan saluran cerna.
Karena itu, masyarakat perlu mulai membiasakan pola makan yang lebih sehat dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung prebiotik, probiotik, serta serat.

"Usus yang sehat akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan secara menyeluruh, sekaligus membantu mencegah berbagai penyakit metabolik seperti diabetes, penyakit jantung koroner, dan gangguan kardiometabolik lainnya," ujar Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Klinik USU.

Ia menjelaskan, berbagai penelitian juga menunjukkan adanya hubungan erat antara kesehatan usus dengan organ tubuh lainnya melalui konsep gut-brain axis maupun gut-lung axis.

Kondisi mikrobiota usus yang baik bahkan dapat memengaruhi suasana hati serta membantu menurunkan risiko depresi dan gangguan kecemasan.

Prof. Dina mengimbau masyarakat untuk rutin mengonsumsi makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, maupun susu fermentasi lainnya, disertai asupan serat yang cukup dari buah, sayur, dan bahan pangan alami.

"Menjaga kesehatan usus bukan hanya penting bagi orang dewasa, tetapi harus dimulai sejak bayi lahir. Kesehatan usus yang baik akan membentuk sistem kekebalan tubuh yang optimal dan memberikan manfaat sepanjang kehidupan," katanya.

Sementara itu, Riana Nur Wulan dari Yayasan Amway Peduli mengatakan pihaknya secara konsisten menjalankan program edukasi kesehatan dengan sasaran utama generasi muda melalui berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di universitas, tetapi juga di berbagai daerah seperti Jakarta dan Surabaya. Program ini sudah kami jalankan sejak tahun 2000," ujarnya.

Menurutnya, edukasi kesehatan merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang lebih sehat. Karena itu, seluruh program yang dijalankan yayasan bersifat berkelanjutan.

"Kami tidak pernah memiliki program yang sifatnya hit and run. Bersama USU, program ini juga sudah berjalan sejak tahun lalu dan kami berharap kerja sama ini terus berlanjut melalui berbagai kegiatan edukasi lainnya," katanya.

Riana menambahkan, Yayasan Amway Peduli saat ini memiliki tiga fokus utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program sosial tersebut juga terus dijalankan di sejumlah daerah di Sumatera.

Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis gizi klinik dr. Joshua Asley, Sp.GK, menjelaskan bahwa masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih suplemen kesehatan.

"Yang paling penting adalah memilih produk yang aman, efektif, serta menggunakan bahan-bahan alami sehingga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, kesehatan saluran cerna dapat didukung melalui asupan protein, serat, dan probiotik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Menurut dr. Joshua, kombinasi nutrisi tersebut berperan dalam menjaga fungsi usus sehingga berdampak pada meningkatnya kesehatan tubuh secara keseluruhan.

"Dengan kesehatan usus yang baik, kualitas kesehatan masyarakat akan meningkat. Pada akhirnya, masyarakat yang sehat akan mampu melahirkan generasi yang lebih sehat dan lebih berkualitas," katanya.

Seminar tersebut menghadirkan akademisi, tenaga kesehatan, mahasiswa, peserta PPDS, serta masyarakat umum sebagai peserta. Melalui kegiatan itu, FK USU berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan usus terus meningkat sebagai bagian dari upaya pencegahan berbagai penyakit tidak menular di masa mendatang.

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi