Pelatihan Kompetensi di Samosir Didorong Jadi Bekal Kerja dan Wirausaha (Analisadaily/Tetty Naibaho)
Analisadaily.com, Samosir - Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan berbasis kompetensi. Upaya tersebut dinilai penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata.
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, Marudut Tua Sitinjak, di BLK Samosir, Selasa (29/9/2026).
Sebanyak empat jenis pelatihan dilaksanakan dalam program tersebut. Pelatihan pembuatan kebaya berlangsung selama 28 hari dengan 15 peserta, peracikan kopi selama 23 hari dengan 32 peserta, pengolahan hasil pertanian melalui program pembuatan jajanan pasar selama 18 hari dengan 16 peserta, serta tata rias wajah dan rambut selama 37 hari yang diikuti 16 peserta.
Marudut Tua Sitinjak meminta para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan setelah pelatihan selesai.
"Harapan kita selama mengikuti aktivitas pelatihan ini, mari kita sama-sama mengikuti arahan dan aturan dari para instruktur. Para peserta dapat menambah ilmu dan keterampilan di sini, sehingga ke depan dapat menjadi pengusaha yang mandiri," ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi semakin penting seiring dengan posisi Samosir sebagai salah satu daerah tujuan wisata internasional.
"Kita masih membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi. Tentu kami sangat berharap adanya bimbingan, sehingga masyarakat Kabupaten Samosir yang telah mengikuti pelatihan ini benar-benar memiliki kemampuan," katanya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang kerja maupun usaha yang memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala BBPVP Medan, Amran, menjelaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi tersebut merupakan bagian dari program nasional yang bersumber dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
Menurut Amran, program serupa dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah peserta secara keseluruhan mencapai sekitar 170 ribu orang.
"Pelatihan ini sesuai dengan keinginan masyarakat. Apalagi Samosir ini merupakan daerah wisata, sehingga pelatihan seperti ini dapat mendukung perkembangan pariwisata di Samosir," ujarnya.
Pelatihan diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha mandiri, serta mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata di Kabupaten Samosir. (TN) (WITA)











