Reses di Pedalaman Tapsel, Aswin Parinduri : Ribuan Warga Belum Nikmati Listrik (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Tapsel – Jalan berlumpur, tanjakan terjal, turunan curam hingga harus menyeberangi sungai tak menyurutkan langkah Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Golkar, H. Aswin Parinduri, S.H., M.H., menemui masyarakat di pedalaman Tapanuli Selatan (Tapsel).
Momen itu terjadi saat Aswin melaksanakan Reses I Tahun Sidang III 2026-2027 di Lingkungan V Aek Sabatang, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel, belum lama ini.
Didampingi Ketua DPD Golkar Tapsel yang juga Ketua DPRD Tapsel, H. Rahmat Nasution, S.Sos., bersama rombongan, Aswin menempuh akses yang tidak mudah untuk sampai ke permukiman warga.
Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan masih adanya persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat di wilayah pedalaman, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga minimnya akses pelayanan dasar.
Setibanya di Lingkungan V Aek Sabatang, Aswin dan rombongan disambut masyarakat dengan Tari Femeapo, tarian kehormatan masyarakat Ononiha sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang.
Di hadapan masyarakat, Aswin menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif. Kehadirannya ke tengah warga dimaksudkan untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.
“Kehadiran saya, Sekwan dan rombongan untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi masyarakat, serta kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Seluruh aspirasi ini nanti dicatat Sekwan dan akan diperjuangkan bersama, terutama yang merupakan kewenangan Pemerintah Sumut,” kata Aswin.
Menurutnya, kesempatan bertemu langsung dengan masyarakat harus dimanfaatkan untuk menyampaikan kebutuhan yang benar-benar mendesak.
“Reses adalah wadah untuk menjemput langsung suara masyarakat. Ini waktunya warga bertatap muka dan berbicara dengan wakilnya untuk menyampaikan kebutuhan yang mendesak agar bisa diperjuangkan dan disampaikan kepada pemerintah,” ujarnya.
Listrik dan Jalan Jadi Kebutuhan Mendesak
Kepala Lingkungan V Aek Sabatang, Agus Laia, mengaku kehadiran Aswin dan Ketua DPRD Tapsel menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.
Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial, tetapi membawa perubahan nyata bagi kampung mereka yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan.
“Semoga kehadiran bapak dan rombongan bisa membawa harapan, agar kampung kami diberikan perhatian dan pembangunan oleh pemerintah,” katanya.
Harapan serupa disampaikan tokoh masyarakat, Sokhi Nduru. Ia menyebut sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat antara lain penerangan atau jaringan listrik, perbaikan akses jalan, rumah ibadah serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun pustu.
Menanggapi aspirasi tersebut, Aswin menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak PLN agar jaringan listrik dapat masuk ke Lingkungan V Aek Sabatang.
Ia menargetkan kebutuhan tersebut dapat diperjuangkan untuk direalisasikan pada tahun mendatang.
Aswin juga meminta masyarakat mendukung proses pembangunan apabila jaringan listrik nantinya masuk ke wilayah tersebut. Salah satunya dengan memberikan kemudahan bagi PLN apabila pembangunan tiang dan jaringan membutuhkan akses melalui lahan masyarakat.
“Kalau pembangunan listrik masuk nanti, kita harapkan masyarakat yang memiliki tanah tempat pembangunan tiang listrik bisa bekerja sama dengan PLN dan memberikan kemudahan agar pembangunan berjalan lancar,” katanya ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/10/2026).
Sementara untuk persoalan jalan dan fasilitas kesehatan, Aswin menjelaskan, kewenangan utamanya berada pada Pemerintah Kabupaten Tapsel.
Meski demikian, ia memastikan aspirasi tersebut tetap akan dibawa melalui komunikasi dan koordinasi dengan Pemkab Tapsel maupun anggota DPRD Tapsel.
Ia berharap kebutuhan akses jalan serta fasilitas kesehatan di Aek Sabatang dapat diperjuangkan untuk mendapat perhatian pada 2027.
Aswin juga menekankan bahwa pembangunan masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan.
Menurutnya, pemerintah perlu membuka akses permodalan, pendampingan dan peluang usaha agar masyarakat mampu meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
Ia menyebut program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha.
“Pemerintah sudah menyediakan permodalan bagi pelaku UMKM seperti KUR di beberapa bank. Masyarakat bisa menggunakan pinjaman tersebut agar ekonomi dan pendapatan keluarga bisa lebih baik dan kehidupan lebih sejahtera,” ujarnya.
Bagi Aswin, pembangunan yang ideal bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
Karena itu, pembangunan jalan, listrik, fasilitas kesehatan dan rumah ibadah diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Aswin mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat terus menjaga kedamaian serta kerukunan di tengah masyarakat.
“Perbedaan adalah hal yang nyata, tapi perbedaan bukan untuk menjauhkan kita. Berbeda pendapat adalah hal yang wajar, tapi tidak menghilangkan rasa persaudaraan,” katanya.
Di hadapan ratusan warga, Aswin kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Aek Sabatang.
Ia mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan agar kebutuhan mendesak warga dapat diperjuangkan melalui APBD Provinsi Sumut maupun pemerintah daerah sesuai kewenangannya.
(NAI/NAI)











