Kalapas Panyabungan Beberkan Program Pembinaan, dari Pelatihan Kerja hingga Pendidikan

Kalapas Panyabungan Beberkan Program Pembinaan, dari Pelatihan Kerja hingga Pendidikan
Kepala Lapas Panyabungan, Bahtiar Sitepu. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Mandailing Natal – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terus mendorong pembinaan warga binaan melalui berbagai program, mulai dari pelatihan keterampilan, kegiatan keagamaan, literasi, hingga pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.

Kepala Lapas Panyabungan, Bahtiar Sitepu, mengatakan pembinaan tersebut bertujuan agar warga binaan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat, sehingga tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.

Menurut Bahtiar, pembinaan di dalam lapas bukan sekadar menjalani masa hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan.

“Target utama kita, jangan sampai setelah keluar dari sini mereka justru semakin jahat. Harapan kita mereka berubah dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujar Bakhtiar Sitepu saat menjelaskan program pembinaan di Lapas Panyabungan, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan keterampilan telah diberikan kepada warga binaan, di antaranya menjahit, pertanian, peternakan ayam, budidaya ikan, serta kegiatan bercocok tanam.

Program pertanian dan ketahanan pangan juga menjadi salah satu kegiatan yang dijalankan di lingkungan lapas. Warga binaan dilibatkan dalam pengelolaan kebun sebagai bagian dari pembinaan produktif.

“Menjahit juga ada, pertanian ada, peternakan ayam, ikan, kemudian cocok tanam. Itu menjadi bagian dari kegiatan mereka di sini,” katanya.

Selain keterampilan kerja, pihak lapas turut memberikan pembinaan keagamaan melalui kegiatan pengajian dan menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman keagamaan serta membentuk perilaku yang lebih baik.

Lapas Panyabungan juga menjalin kerja sama dengan perpustakaan daerah untuk mendukung kegiatan literasi. Melalui program tersebut, warga binaan diharapkan memperoleh akses terhadap buku bacaan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan perpustakaan daerah supaya ada peminjaman buku. Jadi, mereka bisa membaca dan menambah pengetahuan selama menjalani pembinaan,” jelasnya.

Di bidang pendidikan, Bakhtiar menyebutkan program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C masih dalam proses. Data warga binaan yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait.

Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal agar tetap bisa memperoleh pendidikan sesuai jenjang yang dibutuhkan.

Meski demikian, Bakhtiar menjelaskan bahwa pelaksanaan pendidikan kesetaraan tersebut masih memerlukan tindak lanjut, termasuk terkait dukungan pembiayaan dan mekanisme pelaksanaannya.

Di sisi lain, Bakhtiar menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung gerakan pemberantasan narkoba, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.

Menurut dia, isu peredaran narkoba di dalam lapas menjadi perhatian serius. Karena itu, pengawasan terhadap warga binaan dan akses keluar-masuk orang maupun barang terus dilakukan.

Ia menyebutkan pemeriksaan urine terhadap warga binaan yang baru masuk telah dilaksanakan. Berdasarkan pemeriksaan yang disampaikannya, hasil tes urine tersebut dinyatakan negatif. “Kemarin, warga binaan yang masuk langsung kita tes urine. Hasilnya negatif semua,” ungkapnya.

Bakhtiar juga mengatakan pihaknya telah menyatakan dukungan terhadap gerakan Sumatera Utara Tolak Narkoba. Sebagai bentuk komitmen, Lapas Panyabungan bersedia berkoordinasi dengan kepolisian untuk melaksanakan razia bersama.

“Kita sudah berkomitmen mendukung gerakan Sumatera Utara Tolak Narkoba. Karena itu, ketika kepolisian mengajak kita melakukan razia bersama, kita siap,” tegasnya.

Ia menambahkan, razia dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan memastikan tidak ada pelanggaran yang dibiarkan begitu saja di lingkungan lapas.

Bakhtiar juga menegaskan bahwa pihaknya melaksanakan razia secara rutin maupun mendadak. Pengawasan di pintu masuk menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang.

Terkait dugaan peredaran narkoba di Lapas Panyabungan, Bakhtiar mengatakan sejauh pengawasan yang dilakukan selama masa kepemimpinannya, pihaknya belum menemukan kejadian yang dimaksud.

“Kalau memang ada, tentu akan kita tindak lanjuti. Kita tidak mungkin membiarkannya, karena pemberantasan narkoba merupakan komitmen bersama,” katanya. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi