Tambah Jadwal KA Datuk Blambangan ke Siantar, KAI Sumut Hadirkan Transportasi Terjangkau Sokong Pertumbuhan Ekonomi

Tambah Jadwal KA Datuk Blambangan ke Siantar, KAI Sumut Hadirkan Transportasi Terjangkau Sokong Pertumbuhan Ekonomi
Tambah Jadwal KA Datuk Blambangan ke Siantar, KAI Sumut Hadirkan Transportasi Terjangkau Sokong Pertumbuhan Ekonomi (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menambah perjalanan KA Datuk Blambangan dengan rute Stasiun Tebing Tinggi–Stasiun Siantar mulai 1 Desember 2026.

Penambahan jadwal ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mengakomodasi tingginya mobilitas harian masyarakat di koridor tersebut.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa penambahan frekuensi ini merespons kebutuhan transportasi publik yang terjangkau dan terintegrasi di Sumatera Utara.

"Penambahan perjalanan ini merupakan upaya KAI Divre I Sumut untuk semakin mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat dan mengakomodasi kebutuhan mobilitas yang tinggi. Kami ingin memastikan kereta api tidak hanya menjadi sarana perjalanan antarkota, tetapi juga mendukung aktivitas harian warga," ujar Anwar, Kamis (5/11/2026).

Dengan kebijakan baru ini, lintas Tebing Tinggi–Siantar yang sebelumnya hanya dilayani 4 perjalanan KA penumpang per hari, akan meningkat dua kali lipat menjadi 8 perjalanan setiap harinya.

Mulai 1 Desember 2026, perjalanan dari Tebing Tinggi menuju Siantar makin fleksibel dengan hadirnya dua pilihan jadwal KA Datuk Blambangan setiap harinya.

Bagi keberangkatan siang, kereta siap meluncur dari Stasiun Tebing Tinggi pada pukul 11.20 WIB dan tiba di Stasiun Siantar pukul 12.15 WIB. Sementara bagi masyarakat yang ingin bepergian di sore hari, tersedia jadwal kedua yang berangkat pukul 18.20 WIB dan sampai di tujuan pada pukul 19.15 WIB.

Begitu pula untuk arah sebaliknya dari Siantar menuju Tebing Tinggi, masyarakat dapat memilih dua jadwal keberangkatan yang tak kalah nyaman. Untuk perjalanan siang hari, kereta akan berangkat dari Stasiun Siantar pukul 12.50 WIB dan tiba di Stasiun Tebing Tinggi pukul 13.45 WIB.

Bagi yang hendak pulang atau bepergian pada malam hari, tersedia keberangkatan kedua pukul 20.35 WIB dengan waktu kedatangan di Tebing Tinggi pada pukul 21.30 WIB.

Penambahan jadwal KA Datuk Blambangan ini juga memberikan skema transit yang efisien bagi masyarakat dari Kota Medan yang hendak bepergian menuju Pematangsiantar maupun sebaliknya.

Warga Medan yang ingin bepergian di pagi hari dapat menggunakan KA Putri Deli keberangkatan pukul 07.15 WIB dari Medan, transit di Stasiun Tebing Tinggi, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan KA Datuk Blambangan pukul 11.20 WIB menuju Siantar.

Untuk perjalanan pulang dari Siantar menuju Medan pada malam hari, wisatawan dapat memanfaatkan KA Datuk Blambangan dari Stasiun Siantar pukul 20.35 WIB, tiba di Stasiun Tebing Tinggi pukul 21.30 WIB, dan melanjutkan perjalanan ke Medan dengan KA Putri Deli keberangkatan pukul 21.53 WIB.

"Pematangsiantar sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan destinasi wisata di Sumatera Utara memiliki daya tarik tinggi. Dengan tarif terjangkau sebesar Rp5.000 per penumpang, hadirnya penambahan relasi ini tidak hanya mendukung mobilitas rutin, tetapi juga mendorong pergerakan wisata dan kunjungan keluarga," tambah Anwar.

KA Datuk Blambangan pertama kali dioperasikan pada 2 Desember 2022 melayani rute Stasiun Tebing Tinggi–Lalang seiring beroperasinya jalur Bandar Tinggi–Kuala Tanjung.

Kereta api kelas ekonomi ini beroperasi dengan satu rangkaian yang terdiri atas tiga kereta berkapasitas total 224 tempat duduk. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, KA Datuk Blambangan tercatat telah melayani 72.050 pelanggan di lintas operasionalnya.

”KAI Divre I Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kereta api sebagai pilihan transportasi publik. Dukungan masyarakat dalam menggunakan transportasi massal menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem mobilitas yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Sumatera Utara,” pungkas Anwar.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi