Dewasa ini, mengapa masih banyak orang yang masih enggan untuk shalat Dhuha? Padahal shalat Dhuha banyak memberikan efek yang dahsyat. Shalat Dhuha yang dikenal dengan shalat pemanggil rezeki ini ternyata sarana yang tepat dan ampuh untuk memohon pertolongan kepada Allah. Allah menganugerahkan shalat Dhuha kepada kita sebagai modal untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Lalu, apa sebenarnya kedahsyatan dari ibadah sunnah ini?
Keajaiban shalat Dhuha dalam melimpahkan kekayaan materi (rezeki) ini tidak hanya dalam konteks kekayaan duniawi, tetapi juga ukhrawi (balance). Artinya, bagaimana kita menjadikan kekayaan yang kita miliki memperoleh berkah dari Allah SWT. Serta bagaimana peran strategis kekayaan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk meraih kekayaan yang demikian, maka kita harus berangkat dari shalat Dhuha. Laksanakan shalat Dhuha dengan benar dan khusyuk, lalu aplikasikan nilai-nilainya dalam kehidupan secara konsisten, maka kita akan meraih kekayaan dan kesuksesan finansial yang berkah. (hal. 38)
Bahkan di dalam al-Qur’an, Allah menjanjikan kehebatan waktu Dhuha sebagai penjamin kesuksesan. Sebagaimana firman-Nya: “Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apaila telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci keadaanmu, dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permuaan. Dan, kelak, Tuhanmu pasti memberikan karunia kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.” (QS. Ad-Dhuha[93]:1-5)
Hal-hal yang berkaitan dengan shalat Dhuha di dalam buku ini juga dilengkapi dengan dalil-dalil yang jelas, yaitu yang terdapat di dalam al-Qur’an dan Hadis. Buku ini menunjukkan bahwa jelas di dalam al-Qur’an terdapat ayat yang menjelaskan betapa banyak manfaat dan pentingnya shalat Dhuha sehingga tidak ada keraguan dari kebenaran isi al-Qur’an atas cuplikan yang berkenaan dengan shalat Dhuha itu sendiri.
Jika ditelaah, buku karya Iqro al-Firdaus ini memiliki banyak keunggulan yang disajikan dibandingkan buku lain yakni, mengupas kisah-kisah inspiratif pelaku shalat Dhuha yang sukses dalam menjalani kehidupannya. Mencantumkan bukti-bukti nyata shalat Dhuha dalam meraih kesuksesan melalui shalat Dhuha. Penggunaan bahasa yang simple namun tetap sanggup menghantarkan makna yang dalam. Tak hanya itu, penulis juga menyelipkan tips untuk meluangkan sebagian waktu untuk melaksanakan shalat Dhuha.
Tiga bab yang terdapat di dalam buku ini menyimpulkan hal yang sama bahwa memang shalat Dhuha ini memiliki kekuatan dan kedahsyatan bagi siapa saja yang menunaikannya. Dimana dalam tiga bab ada beberapa subbab yang menjadi menarik untuk dibaca diantaranya adalah, Mendapatkan Rezeki yang Berlimpah, Berkah, dan Bahkan dari Arah yang Tidak Terduga (hal. 37), Hidupnya Penuh dengan Kebahagiaan dan Ketenangan yang Nyata (hal. 53), Mendapat Kemudahan atau Jalan Keluar atas Setiap Masalah dan Urusannya Menjadi Mulus (hal. 74), Kecerdasannya Meningkat dan Terhindar dari Beraga Penyakit (hal. 106), Menjadi Istiqamah (rutin) Shalat Dhuhanya (hal. 131), Kesuksesan Hidupnya Terus Meningkat Berkat Merutinkan Salat Dhuha (hal. 149), Shalat Dhuha Menumbuhkan Gaya Hidu Membahagiakan, Menyehatkan, dan Jauh dari Hutang (hal. 156), Memiliki Kedudukan yang Mulia Berkat Shalat Dhuha (hal. 171), dan Mendapat Rezeki Tak Terduga Berupa Naik Pangkat.
Secara keseluruhan, isi yang terdapat di dalam buku yang berjudul “Dhuha Itu Ajib!” ini layak untuk dibaca untuk semua kalangan, baik bagi para ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar, polri, pengusaha, pebisnis, para ulama hingga direktur bank. Buku yang memiliki desain cover bewarna kuning cerah ini sengaja disajikan kepada pembaca untuk mengingatkan kepada kita bahwa shalat Dhuha mampu memberi perubahan pada berbagai dimensi menuju kesuksesan, apapun profesi kita.
Presensi: Sukma Wardani Lubis











