Sabang, (Analisa). Keributan yang terjadi pada malam tahun baru di kawasan Cottage Casanemo, disebabkan warga merasa tersinggung adanya ucapan yang tidak bisa diterima warga dari pemilik cotage tersebut.
“Keributan terjadi sebenarnya lebih disebabkan hubungan yang tidak harmonis antara pemilik Cottage Casanemo dengan warga setempat,” kata Walikota Sabang Zulkifli H. Adam kepada wartawan saat jumpa pers, di Hotel Sabang Hill, Selasa (6/1).
Dikatakan, kesan tidak baik dari pengakuan korban yang diberitakan di sejumlah media online terlalu berlebihan, karena bukan saja merugikan Sabang tapi juga masyarakat Sabang secara keseluruhan sangat tersinggung.
Sebab, ujar walikota, sikap yang digambarkan kebrutalan seperti itu jelas bukan sikap masyarakat Sabang. Aksi itu memang dilakukan segelintir warga, tapi aksi yang dilakukan itu juga tidak seperti yang digadang-gadangkan korban maupun pemilik Cottage Casanemo.
Seperti pengakuan ada pengunjung yang dikontak (disetrum), namun setelah diselidiki pengurus gampong (desa) maupun dari pihak berwajib, tidak ada ditemukan warga yang mempunyai alat setrum itu.
Korban yang mengaku disetrum terinjak atau tersandung kabel dari alat musik yang ada di lokasi itu. Begitu juga dengan mereka yang mengaku terinjak, itu juga terinjak sesama pengunjung yang lari secara bersamaan saat naik tangga hotel.
“Ini fakta sebenarnya, dan hasil dari laporan dari berbagai pihak yang saat kejadian berada di lokasi tersebut,” tegas Zulkifli.
Warga Tersinggung
Menurutnya, penyebab keributan warga pada malam tahun baru itu buntut dari keributan sebelumnya, di mana warga merasa tersinggung adanya ucapan yang tidak bisa diterima warga dari pemilik cotage, sehingga warga beramai-ramai mendatangi Cottage Casanemo.
Bila dicermati secara logika dan akal sehat, kenapa hotel atau penginapan lain yang letaknya juga bersebelahan dan bahkan satu dinding pagar dengan perumahan warga, seperti Cottage Fredy, The Poin dan Tuna Cafe tidak diganggu oleh warga.
Bahkan warga Gampong Ie Meulee sendiri mengaku senang dan sangat mendukung daerahnya menjadi tempat wisata karena telah memberikan syafaat dan dapat menampung puluhan tenaga kerja serta memberikan kemajuan yang signifikan terhadap pembangunan, ujar walikota.
Sementara itu keterangan sejumlah sumber di Sabang, saat perayaan tahun baru pengelola Cottage Casanemo selain menjalin kerja sama dengan salah satu sponsor melakukan kegiatan penjualan voucer atau tiket perayaan tahun baru seharga Rp 150 ribu/orang di salah satu hotel ternama di Banda Aceh, juga melakukan kontrak dengan DC dan para dancer wanita untuk meramaikan malam pergantian tahun.
Bahkan informasi yang berkembang di lokasi tersebut telah disiapkan bokingan meja untuk para tamu dengan harga Rp 1,5 juta/paket. (kim)











