Oleh: Muhammad Arifin. Langkah yang sikap, berdiri yang tegap dan gaya bicara yang teratur. Kesan pertama sekali ketika bertemu dengan adik-adik siswa yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dari sejumlah sekolah.
Tengku Muhammad Hazrian siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan, dan Ade Tarigan siswa kelas XI Teknik Pendingin Tata Udara SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan adalah contoh para siswa yang tergabung di Paskibra.
Di sekolah mereka, nama satuannya yakni Paskibra Satuan SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan (Pasprastu). Sikap dewasa dan tegas juga terlihat rekan sesama anggota Parprastu Tiara Ermelia dan Dina Puspita Arisjan siswi kelas X Survey Pemetaan SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan.
Kedua remaja putri tersebut terlihat sangat sigap melangkah, berani bicara dan tidak malu-malu. Kedisiplinan dalam latihan menempah mereka menjadi pribadi yang berani, dan mandiri. Sikap manja kini sudah terbuang jauh-jauh.
Tiara Emelia mengaku bergabung di Paskibra untuk mengubah penampilan, tidak lagi menjadi wanita yang ‘kemayu’ tetapi wanita yang tegar, sikap, mandiri dan menjadi wanita yang kuat fisik.
“Saya ingin menjadi Polwan. Melalui Paskibra inilah saya latihan dan berharap dengan latihan yang rutin cita-cita saya bisa tercapai,” ucap remaja belia yang manis ini.
Menurutnya, porsi latihan tidak terlalu keras. Dulu, sebelum latihan masih manja dengan orangtua. Tetapi, kini sudah tidaklagi. “Sudah tahu bagaimana menata kehidupan, disiplin, dan menjadi berani,” ujarnya saat ditemui di loby sekolah.
Hal yang sama dirasakan Dina Puspita Arisjan, dia mengaku ditempah menjadi seseorang yang mandiri.
Di tempat terpisah, Komandan Paskibra SMK Negeri 1 Beringin (Paskabri)-Deli Serdang, Bagus Prayoga Gunawan menceritakan, berdirinya Paskabri di SMK Negeri 1 Beringin sejak 19 September 2011, dan kini sudah angkatan VI.
Latarbelakang keinginan bergabung di Paskibra karena ternyata setelah ikut latihan Paskibra tidak hanya mendapat pelajaran peraturan baris berbaris tetapi banyak ilmu.
“Banyak ilmu yang saya peroleh, disiplin dan seorang pelatih mengajarkan kepada kami tentang inovasi. Kami dituntut untuk tampil beda dengan satuan-satuan Pakibra lain,” ucap Bagus Prayoga Gunawan yang bercita-cita menjadi seorang tentara.
Menurutnya, sertifikat Paskibra memiliki nilai point tambahan ketika mendaftar menjadi tentara nantinya. “Itu informasinya, tetapi aktivitas yang saya geluti sekarang menjadi komandan Paskibra di sekolah selaras dengan cita-cita,” ucapnya.
Menurutnya, saat latihan Paskibra tentunya yang perlu dikuasai tentang baris berbaris. Bagaimana kesigapan, kesamaan gerak dan visi sehingga setiap gerak itu sama.
Untuk menguji latihan ini bermakna maka harus mengikuti berbagai perlombaan. “Lomba ini ajang untuk menempah para anggota Paskibra untuk menjadi juara,” ucapnya.
Rekan sesama anggota Paskibra yang kini menjadi Purna Paskibra Sumut, Eko Rusadi mengaku bergabung ke Paskibra sejak duduk di kelas X. Ketekunan, semangat yang tak pernah menyerah meski sempat ‘dimarahi’ orangtua ternyata membuahkan hasil menjadi utusan Deli Serdang di Sumut.
Eko berkeinginan dari Paskibra ini bisa mengantarkan menuju cita-cita menjadi Komando Angkatan Darat (Kowad) TNI AD.











