Oleh: Azmi TS.
LUKISAN karya maestro Caravaggio banyak menyiratkan kiasan tentang kehormatan, harga diri dan protes terhadap ketidakadilan sang tirani. Visual dalam lukisan Caravaggio pengganti “kematian” belum sepenuhnya mengungkap banyak tanya tentang misteri jeratan hukum yang kontroversial. Sebagai seorang seniman yang aktif di Italia waktu itu, tepatnya di kota Roma. Pernah juga bermukim di Naples, Malta dan Sisilia bernama Michaelangelo Merisi da Caravaggio, menarik diulas karena misteri kisah hidupnya.
Dalam bahasa Italia Caravaggio diucapkan ‘karavaddo’ putra Fermo Merisi (arsitek) dan ibunya Lucia Aratori (tuan tanah). Gaya lukisannya cenderung naturalisme radikal yakni mendramatisir pencahayaan serealis mungkin tentang fisik dan emosi figur (sosok).
Teknik melukis seperti itu diperolehnya setelah belajar pada Simone Peterzano, salah seorang murid Titian (tokoh seni era Barok). Pada masa seni era Barok pihak Gereja Katolik Roma mencari sosok seniman lukis religius yang dapat dipakai untuk melawan ancaman Protestanisme.
Karya lukisan terkenal bertemakan agama antara lain “David with the Head of Goliath”, banyak menyimpan tanya itu. Dalam lukisan terlihat tangan sebelah kanan seorang pemuda, menghunus pedang tajam. Tangan kirinya menggenggam erat potongan kepala musuhnya. Sedikit ada ekspresi kesedihan dan belas kasih di wajah David, namun tak ada keraguan bagi Goliath sipenakluk musuh yang ditakuti itu.
Dari adegan lukisan, sebahagian orang menafsirkannya sesuatu yang kejam, tapi bagi Caravaggio sangat mendalam. Lukisan itu melatarbelakangi kisah hidup Caravaggio sewaktu dia divonis hukuman mati oleh otoritas Gereja Vatikan.
Mahakarya ini mengisahkan tentang misteri kematian. Dia dituduh membunuh temannya setelah mereka bermain tenis. Kontroversialnya, lukisan ini dibuat Caravaggio sebagai amnestinya kepada The Pope (Paus Paolo V) saat itu, lewat mediator Cardinal Mediese.
Pesan kematian lewat lukisan Caravaggio juga terdapat pada Judith Beheading Holofernes, dibuat 7 tahun sebelum dia divonis mati. Sebuah lukisan dari latarbelakang nafsu ingin menguasai dunia oleh seorang Nebukadnezar (Raja Asyur) yang mengutus Holofernes ke Israel. Misi Holofernes waktu itu berakhir di tangan seorang wanita cantik bernama “Judith”. Dia tewas mengenaskan yakni digorok lehernya. Sebuah visual mengerikan diciptakan Caravagio, menyiratkan tripatrit pesan antara inspirasi dengan peristiwa kejahatan, politik dan perang.
Satu sisi lukisan Caravaggio ingin menyampaikan pesan dalam kisah perjuangan seorang Daud (David) membela kehormatan tanah Israel yang mengalahkan raksasa “Goliath”.
Sedang sisi lainnya misi dan visi yang tak sepenuhnya bisa ditafsirkan, hanya Caravaggio-lah yang lebih tahu jawabannya atas tanya tersebut. Ada banyak adegan lukisan maestro ini yang terkesan kontroversial, namun sebagai penikmat seni perlu mengetahui latar di balik peristiwa itu.
Senilukis para maestro dunia termasuk Caravaggio muncul dari peristiwa yang divisualkannya memang memancing rasa penasaran (ingin tahu). Senilukis para maestro dunia termasuk Caravaggio muncul dari peristiwa yang divisualkannya memang menarik perhatian semua orang. Karya lukisan versi yang sama tentang kematian Goliath juga pernah dibuat Taylor Marshal, Claude Vignon, Andrea Mantegna dan Johan Zoffany. Tema kematian tentang tokoh terkenal seperti Socrates, juga pernah divisualkan oleh J.J. David dan Cignaroli Giambettino.
Termasuk peristiwa wafatnya tokoh terkenal, Leonardo da Vinci secara heroik begitu apik dilukiskan oleh Ingres Jean Auguste Dominique. Ada pelukis membuat judul yang sama Death of the Virgin atau kematian sang perawan, tetapi model dan latar sangat berbeda. Membedakan van der Goes, Martin Schongauer dan Carlo Saraceni hanyalah pada pesan kematian yang mereka visualkan begitu memilukan.











