SEBENARNYA kaum nudis tidak serta merta menjadi suka melangkah dan hidup tanpa busana. Ada langkah-langkah yang kerap dilakukan sebelum akhirnya menjadi kaum nudis. Memang ada beberapa keuntungan dalam gaya hidup seorang nudis, termasuk kenikmatan untuk merasakan hangatnya mentari di sekujur tubuh, tidak perlu mengkhawatirkan garis kecoklatan, dan kepercayaan diri yang lebih sehat sebagai refleksi dari naturisme.
Banyak orang yang sudah siap mempraktekan nudisme tetapi tidak tahu dimana tempat untuk memulainya. Mulailah dengan langkah pertama di bawah untuk meningkatkan rasa nyaman diri sendiri akan nudisme dan membantu diri menemukan cara dan tempat untuk menghabiskan waktu tanpa busana. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah kenali bahwa telanjang itu natural. Semua orang terlahir telanjang dan itu adalah bentuk dasar dari diri seseorang.
Berpakaian menjaga diri tetap hangat dan seringkali dibutuhkan di depan publik, tetapi hal ini bukan berarti bahwa seseorang harus berpakaian sepanjang waktu. Ada waktu tertentu dimana seseorang membiarkan diri menjadi ‘diri sendiri’ yang sebenarnya. Bayangkan kebebasan yang akan datang dengan merasakan udara dan sinar matahari menyentuh seluruh kulit Anda, bukan hanya di tempat yang biasa terpapar.
Langkah selanjutnya, nudisme, juga disebut naturisme, lebih dari sekadar bertelanjang badan; itu juga merupakan cara untuk lebih dekat pada alam.
Dalam keadaan diri yang paling natural, tanpa ikatan antara diri sendiri dengan alam raya. Rasanya bebas dan lepas, bukan, jika seseorang berbaring telanjang di pantai, atau di bawah pohon, dengan alam yang natural dan nyaman terasa di kulit diri sendiri? Orang-orang memilih naturisme untuk mencapai level kebahagiaan seperti ini. Ketahuilah bahwa telanjang tidak selamanya berkaitan dengan masalah selangkangan. Ya, orang-orang melakukan hubungan seks sambil telanjang, tetapi telanjang itu sendiri tidak mesti dalam konteks seksual.
Sugestif
Membuka baju seringkali lebih sugestif secara seksual daripada sepenuhnya telanjang, sebab hal itu membuat lebih banyak imajinasi.
Jika seseorang khawatir menjadi seorang naturis berarti membuka diri sendiri pada kegiatan seksual yang tidak diinginkan, ketahuilah bahwa bagi kebanyakan naturis, ini semua adalah soal bebas dan natural, bukan untuk mesum. Menjadi seorang naturis bukan mengenai aktifitas seks di depan publik atau mengekspos dirimu ke orang lain. (iwc/ar)
Berjuluk “Malaikat Penyelamat”
Dokter Berkaki Satu Bantu Warga Miskin
DOKTER merupakan profesi yang sangat diminati banyak orang. Karena profesi ini mendatangkan banyak uang. Di balik profesi yang menggiurkan ini, ternyata ada dokter yang masih berhati baik, tidak memanfaatkan profesi untuk memperkaya diri.
Kisah inspiratif ini berasal dari desa Jianxin, Chongqing, Tiongkok. Seorang dokter yang hanya memiliki satu kaki, telah menjadi dokter panggilan selama 12 tahun terakhir.
Dokter bernama Ji Zhengyong ini kehilangan kaki kanannya saat berusia 14 tahun akibat kecelakaan mobil.
Tak menyerah pada keadaan, dia bertekad untuk menjadi seorang dokter sehingga bisa membantu menolong orang lain.
Cita-cita tercapai, setelah ia lulus dari sekolah menengah dan kemudian melanjutkan ke jurusan kedokteran di Universitas Yuzhou, Chongqing.
Dia mendapatkan gelar dokter ketika lulus pada tahun 2003 silam. Sejak saat itulah dia menjadi dokter di Desa Jianxin tersebut.
Dia menjadi dokter panggilan dimana pasien hanya meneleponnya jika ada warga yang sakit. Tak peduli siang atau malam, Ji membawa alat praktiknya dengan terpapah.
Tak Memungut Bayaran
Dokter Ji Zhengyong ini sudah selama 12 tahun menjadi dokter panggilan di Desa Jianxin, Chongqing. Dia tak memungut bayaran kepada pasien warga miskin yang tak mampu membayarnya
Bahkan pada awal-awal dia berjalan jauh, dia sempat beberapa kali terjatuh hingga kepalanya terantuk.
"Bagaimana pun kondisi saya, saya tetap harus sampai ke rumah pasien, mereka membutuhkanku," jelasnya sebagaimana dilansir Shanghaiist.
Tindakan mulia Ji tak hanya itu. Seorang warga bernama Qin Tiansu bahkan memperoleh pelayanan kesehatan yang tak pernah dia bayangkan.
Dia menderita kelumpuhan dan tak sanggup pergi ke rumah sakit karena ketiadaan biaya.
Ji pun kemudian mengunjunginya secara rutin, memeriksanya dan membawakannya obat tanpa meminta biaya sepeserpun. "Dokter Ji benar-benar penyelamatku," ujar Qi yang mengalami kesembuhan setelah enam bulan dirawat Dokter Ji.
Ji menegaskan bahwa kode etik profesionalitasnya mengatakan bahwa dia harus menolong pasien terlebih dahulu. Bagi warga setempat, Ji tak hanya dijuluki sang malaikat penyelamat, tapi ia juga dijuluki sebagai pahlawan bagi mereka yang kekurangan. (shg/cna/es)
Pasangan Gaek Rayakan
90 Tahun Pernikahan
BICARA soal cinta, seperti tak ada habisnya. Cinta juga membuat seseorang merasakan bahagia luar biasa, penerimaan yang sesungguhnya, kesetiaan yang tiada tara atau sebaliknya, perasaan kecewa yang sangat mendalam.
Lantas, bagaimana dengan cinta sejati? Pada dasarnya, ada banyak makna mengenai cinta sejati. Ada yang menyatakan bahwa cinta sejati adalah penerimaan tulus terhadap apapun dan bagaimanapun kondisi pasangan, ada juga yang menyatakan bahwa cinta sejati adalah hubungan cinta yang langgeng selama berpuluh-puluh tahun. Seperti halnya cinta sepasang suami istri bernama Karam (110) dan Kartani Chand (103).
Pasangan tertua di dunia dengan umur gabungan keduanya 213 tahun merayakan ulang tahun pernikahan ke-90 mereka. Momen tersebut dirayakan dengan sepotong kue bersama dengan keluarganya.
Karam Chand dan Kartari Chand menikah pada 11 Desember 1925 di negara asalnya, India dengan sebuah upacara pernikahan Sikh. Saat itu Karam berusia 20 tahun sedangkan istrinya baru menginjak usia 13 tahun.
Keduanya hijrah ke Bradford, Inggris pada 1965 dan saat ini tinggal bersama anak mereka, Paul beserta istri dan anak-anaknya. Pasangan sama-sama lahir pada bulan November itu kini dikarunia delapan anak, 27 cucu dan 23 cicit.
“Berumur 110 dan masih sehat merupakan sebuah pencapaian bagi siapa pun. Kami masih berusaha mencari nama untuk menyebut perayaan ulang tahun pernikahan ke-90, karena itu adalah sebuah prestasi,” ucap sang anak, Paul.
“Saya juga bangga pada seluruh keluarga saya yang menjaga kedua orangtua saya dalam kesehatan yang baik. Adalah suatu anugerah karena mereka masih di sini dan mengatur apa yang harus saya lakukan,” tambahnya.
Kedua suami istri itu membuka sebuah pusat perbelanjaan Westfield setelah merayakan ulang tahun mereka bulan lalu.
Sebagai selebriti lokal, Karam dan istrinya juga memimpin komunitas mereka dalam Parade Girlington tahunan.
Meski begitu, dalam menjalani hubungan, keduanya selalu bahagia dan saling pengertian satu sama lain. Keduanya juga selalu mencari jalan terbaik ketika hubungan mereka goyah. Saat ini Kartari dan Karim tinggal bersama anak bungsu mereka Paul. (sun/rtr/es)
Mengenang Momen Indah 70 Tahun Silam
Pasangan Lansia Mengulang Kembali Prosesi Pernikahan
KISAH cinta pasangan lanjut usia (lansia) Cao Yuehua dan Wang Dei ini sangat menarik, penuh tantangan dan keberhasilan rumah tangga mereka.
Tujuh puluh tahun setelah hari pernikahan mereka pada 24 November 1945, pasangan lanjut tadi kembali ke sebuah taman di daerah Barat Daya Tiongkok di tempat mereka dulu berjanji setia di hadapan Tuhan menjadi sepasang suami istri.
Pasangan itu kembali menandai peristiwa bersejarah dalam hidup mereka ini dengan mengulang kembali saat-saat prosesi pernikahan mereka tujuh dekade silam, lengkap dengan gaun, tuksedo dan bunga yang sama.
Pekan lalu, empat anak mereka membantu untuk menciptakan pernikahan mereka di lokasi yang tepat dimana mereka menikah pada tahun 1945, di sepanjang tepi sungai Jialing di Chongqing, Tiongkok.
“Mereka telah bersama menempuh kehidupan begitu lama, melalui perang, kekacauan politik dan penyakit, dan masih bisa tinggal satu sama lain dan saling mencintai,” ujar putra mereka, Cao Pangpei, 60 tahun saat diwawancara oleh CNN. “Kami ingin membantu mereka untuk memperingati kisah cinta mereka.”
Pandangan Pertama
Yuehua dan Dei bertemu di universitas pada tahun 1943, ketika Yuehua meminta Dei untuk berdansa pada sebuah acara di universitas.
Pasangan ini jatuh cinta pada pandangan pertama, namun hubungan mereka sempat terputus ketika Yuehua dikirim ke India untuk bertindak sebagai penerjemah selama Perang Dunia II.
Kepergian Yuehua begitu tiba-tiba, dia tidak punya waktu untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Dei secara pribadi tetapi mereka terus berhubungan melalui surat. Setelah perang di Asia berakhir pada tahun 1945, Yuehua segera melamar Dei di sebuah stasiun kereta api di mana mereka bertemu kembali.
“Mereka telah bersama begitu lama dan cinta mereka tidak pernah luntur. Hubungan mereka begitu kuat bahkan dalam menjalani masa paling kelam selama Revolusi Kebudayaan, ketika ayah saya dipisahkan untuk diadili karena pengabdiannya untuk Angkatan Darat AS, mereka saling percaya satu sama lain dan saling mendukung untuk mengatasi penderitaan,” papar putra mereka. ”
Orang tua saya hampir tidak bisa mengingat banyak hal dalam hidup mereka, tetapi mereka masih dapat membaca puisi cinta yang mereka tulis dalam surat selama masa perang. “ (cnn/sun/es)
Reinkarnasi Penchen Lama Menjadi Sengketa
PANCHEN Lama, dianggap pemerintah Tiongkok sebagai tokoh tertinggi kedua dalam agama Buddha Tibet, berhasil mendapat pujian luas sejak menjabat posisi ini dua dekade lalu.
Petinggi Partai Komunis Tiongkok di Tibet mendesak Panchen Lama, tokoh agama tertinggi kedua dalam Buddhisme Tibet, agar menolak kepemimpinan spiritual Dalai Lama, seperti dilaporkan oleh media pemerintah China pada Selasa pekan lalu.
Posisi Panchen Lama ke-11 ini kian dilingkupi kontroversi sejak orang lain yang diakui Dalai Lama sebagai titisan dari Khedrup Gelek Pelzang, Panchen Lama pertama, menghilang ketika berusia enam tahun.
Buddhisme Tibet meyakini bahwa bila seorang lama, atau guru senior, meninggal dunia, jiwanya menjelma dalam tubuh seorang anak.
Dalai Lama mengakui Gendun Choekyi Nyima, kini 26 tahun, sebagai titisan Panchen Lama. Namun Partai Komunis menolaknya dan memilih Gyaltsen Norbu sebagai reinkarnasi pada 1995.
Misteri hilangnya Panchen Lama pilihan Dalai Lama yang amat dirahasiakan oleh Tiongkok tersebut hanyalah satu dari sejumlah pertentangan seputar Tibet antara Tiongkok dengan Dalai Lama.
Dalai Lama dan Partai Komunis Tiongkok yang ateis bukan sekali ini saja terlibat tentang siapa yang berhak menentukan reinkarnasi.
Chen Quanguo, sekretaris Partai Komunis untuk Tibet, mengutarakan harapannya supaya Panchen Lama versi Beijing akan "berjalan beriringan dengan partai" dan melindungi kesatuan nasional.
"Menarik garis yang jelas antara Dalai Lama ke-14, dan menolak dengan tegas segala perbuatan separatis dan subversif," Chen menasihati Panchen Lama di kota Shigatse, Tibet, pada peringatan 20 tahun pentahbisannya, Senin lalu.
Tugas Pemimpin Spiritual
"Buddhisme Tibet sedang berada pada masa keemasan perkembangannya dalam sejarah. Tokoh agama dan umat menikmati kebebasan agama secara penuh," tulis harian resmi pemerintah Tibet Daily, mengutip ucapan Panchen Lama pilihan Beijing kepada Chen.
Sementara itu, menurut kepemimpinan Tibet yang diasingkan di India, upaya Beijing yang menghalangi keterlibatan mereka ihwal reinkarnasi tidak punya pijakan moral maupun hukum.
"Pihak berwenang Beijing atau Partai Komunis Tiongkok tidak memiliki legitimasi maupun kredibilitas tentang urusan ini," tutut Lobsang Sangay, kepala politik pemerintah terasing Tibet yang kini bermukim di kota Dharamsala, India, kepada Reuters.
Dalai Lama melarikan diri ke India pada 1959 usai pemberontakannya gagal melawan pemerintah Tiongkok. Dia menolak tuduhan kekerasan dan separatisme yang dilontarkan Tiongkok dan berkata hanya menginginkan otonomi untuk Tibet.
Kehendak memisahkan diri dari Tiongkok memang telah berkobar di kaki pegunungan Himalaya itu sejak era 1950-an.
Bagi pemerintah Tiongkok, pengangkatan Dalai Lama berikutnya merupakan kunci untuk memperkuat kekuasaan atas Tibet.
Tak pelak, warga Tibet khawatir bilamana kematian sang pemenang hadiah Nobel perdamaian itu dan suksesinya bakal ditunggangi China untuk memecah belah Buddhisme Tibet, dengan dua Dalai Lama berbeda yang diangkat oleh Tiongkok dan pemerintahan terasing.
Beijing mengklaim bahwa Dalai Lama berikutnya mesti disetujui oleh mereka. Meski begitu, Dalai Lama saat ini merasa tugas pemimpin spiritual tersebut akan berakhir seiring kematiannya nanti.
(rtr/cnn/es)











