Godfried Effendi Lubis (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Ketua Pansus LKPJ DPRD Medan Drs Godfried Efendi Lubis MM menegaskan bahwa selama 1 tahun memimpin Kota Medan, Walikota Medan Rico Waas gagal memimpin kota dengan masyarakat yang sangat heterogen ini.
"Indikator kegagalan itu, mulai tahun 2025, Rico Waas sudah memimpin Kota Medan. Meski pun anggaran itu ditetapkan pada tahun 2024. Namun, dalam pelaksanaannya, Rico Waas sebagai pemimpin tertinggi di Kota Medan ini, belum bisa berbuat apa–apa. Contohnya, Rico Waas gagal mengatasi banjir sampai hari ini," tegas Godfried Efendi Lubis usai Rapat Paripurna Penyampaian Hasil Pembahasan Pansus LKPJ Tahun Anggaran 2025 dan Penandatanganan Keputusan DPRD Kota Medan untuk Dijadikan Rekomendasi DPRD Medan, Senin (27/4/2026).
Selain itu, indikator yang menurut Godfried Effendi Lubis yang duduk di Komisi III DPRD Medan ini gagal, waktu banjir besar di Medan November 2025 yang nyaris menenggelamkan hampir semua kecamatan di Kota Medan, betapa amburadulnya manajemen penanganan pasca bencananya, tidak bisa diatasi.
Ketiga, indikatornya tingkat inflasi tertinggi di Sumatera di Kota Medan. Keempat, sampai hari ini masalah pengangguran belum bisa juga diatasi. Dan kelima, begal, tawuran, narkoba sampai saat ini tidak juga bisa diatasi.
"Dengan adanya indikator tersebut, Rico Waas gagal memimpin Kota Medan. Kepemimpinan Rico Waas hari ini sebetulnya tidak menunjukan seorang pemimpin yang berwibawa, tidak memiliki kharisma. Rico Waas tidak bisa hanya bekerja hanya standar saja. Di Medan ini dibutuhkan pemimpin yang seharusnya nilai 8 ke atas," tegas Godfried yang juga politisi senior tersebut.
Medan ini kota yang heterogen, smabungnya, dan merupakan kota keempat terbesar di Indonesia. Jadi tidak bisa kerja asal–asalan saja. Sampai hari ini, inovasi, terobosan tidak ada yang nampak kita lihat di permukaan. Apa yang ada, tidak ada. Dia hanya mengikuti kebijakan–kebijakan lama, tidak ada idenya yang cemerlang.
"Baik mengatasi pengangguran, mengurangi kemiskinan, mengatasi permasalahan persampahan, banjir, hanya itu itu saja. Kita dengar keluh kesah ini saat Sosper. Hanya ini saja berulangkali. Tidak ada solusinya. Dia juga gagal meyakinkan kementerian untuk membantu Pemko Medan. Itu tidak bisa juga," pungkas Godfried.
(MC/RZD)