Deputi Kemenkop RI Beri Kuliah Umum di UMSU, Bahas Strategi Koperasi Desa Merah Putih (Analisadaily/Irin Juwita)
Analisadaily.com, Medan - Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dengan menyoroti program prioritas pemerintah, khususnya pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP).
“Ya, hari ini saya setelah kembali dari Aceh Selatan bersama Pak Menteri melaksanakan aktivitas. Hari ini saya diundang oleh kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara untuk melaksanakan kuliah umum. Tentu kuliah umum ini saya gunakan untuk menyampaikan apa yang menjadi concern pemerintah dan program prioritas pemerintah,” ujarnya, usai kuliah umum 'Membangun Koperasi, Membangun Desa Makmur Bebas Dari Kemiskinan', di UMSU Jalan Muchtar Basri, Kamis (30/4).
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan dunia kampus dalam menyukseskan program pemerintah. Menurutnya, kampus bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan.
“Ini penting untuk kita sampaikan ke kalangan kampus, karena saya pikir kampus juga punya peran penting untuk bisa bersama-sama mensukseskan program strategis pemerintah,” katanya.
Dalam kuliah umum tersebut, ia memaparkan indikator keberhasilan program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden. Terkait strategi pelaksanaan program Kopdes MP, ia menjelaskan terdapat enam variabel yang harus disiapkan sebelum operasionalisasi bisnis dilakukan.
Program ini, kata dia, telah dimulai sejak 2025 dan kini memasuki tahapan pembangunan infrastruktur.
“Fase pertama pembentukan kelembagaan sudah dilaksanakan sejak Maret hingga Juli 2025 dan diluncurkan di Klaten. Setelah itu masuk fase kedua, yaitu pembangunan sarana dan prasarana bisnis,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini pemerintah tengah membangun infrastruktur fisik agar masyarakat desa memiliki fasilitas usaha yang memadai. Setelah itu, program akan memasuki fase operasionalisasi.
“Nanti fase ketiga operasionalisasi sedang disiapkan. Pemerintah juga merekrut 30 ribu kader terbaik bangsa untuk menjadi manajer koperasi desa,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut mendapat respons besar dari masyarakat, terbukti dengan ratusan ribu pendaftar yang ingin terlibat.
Untuk wilayah Sumatera Utara, Panel Barus menyebut terdapat lebih dari 6.000 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran program.
Pembangunan fisik masih terus berjalan di sejumlah daerah.
“Saya sudah kunjungan ke Langkat, Tanah Karo, Dairi, Batubara, hingga Deliserdang. Pembangunan di Medan juga sedang berjalan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, target pemerintah adalah menyelesaikan pembangunan fisik sebanyak 30 ribu unit pada Agustus mendatang, sehingga dapat segera dioperasikan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Saat ini yang sedang dibangun lebih dari 35 ribu unit, dan yang sudah selesai hampir 7 ribu unit secara nasional,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program, seperti pengadaan lahan. Namun hal tersebut tidak menghentikan proses pembangunan.
“Kendala pasti ada, termasuk soal lahan. Tapi itu tidak menghentikan pembangunan. Yang lahannya siap, itu yang kita bangun,” tegasnya.
Dalam kuliah umum tersebut, ia juga menekankan pentingnya kesamaan visi antara pemerintah dan dunia kampus dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Saya ingin pikiran Presiden sama dengan pikiran seluruh stakeholder di kampus. Kalau pikirannya sama, maka tindakannya juga akan sama,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa mahasiswa saat ini akan menjadi aktor utama dalam pembangunan Indonesia di masa depan, sehingga perlu memahami arah dan visi pembangunan nasional.
“Kita harus fokus pada keunggulan yang dimiliki bangsa ini. Mimpi negara harus jadi mimpi mahasiswa juga,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kopdes MP diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi di desa, seperti kemiskinan, rendahnya daya beli, hingga akses permodalan.
“Dengan koperasi desa, masyarakat bisa berusaha bersama. Ini bukan usaha perorangan, tapi usaha bersama rakyat,” jelasnya.
Koperasi desa, lanjutnya, juga dapat membantu menekan harga kebutuhan pokok, menyediakan akses kredit dengan bunga rendah, serta berperan sebagai off-taker hasil produksi masyarakat.
“Hasil panen anggota tidak lagi dibeli murah oleh tengkulak, sehingga pendapatan masyarakat desa bisa meningkat,” ujarnya.
Terkait dampak ekonomi, ia menilai pertumbuhan ekonomi desa berpotensi meningkat secara signifikan jika program dijalankan secara optimal. Namun, ia menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan dasar terlebih dahulu.
“Kita bereskan dulu masalah kemiskinan, tingkatkan daya beli. Kalau konsumsi rumah tangga meningkat, maka pertumbuhan ekonomi juga akan terjadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi terus memberikan dukungan, mulai dari pembentukan kelembagaan, pelatihan, hingga pendampingan.
“Sebanyak 160 ribu pengurus sudah kita latih dari total kebutuhan 640 ribu. Kita akan terus dorong agar program ini berjalan optimal,” pungkasnya.
Turut Hadir mendampingi Tenaga Ahli Deputi Kemenkop RI Toni Kristiastomo, Mhd. Hadi Kawahyu. Dari UMSU, Ketua BPH UMSU, Prof. Agussani, Rektor, Prof Akrim, Warek I, Prof Muhammad Arifin, Warek II Assoc Prof Rudianto, dan Dekan dan Wakil Dekan Se-UMSU.
Rektor UMSU Prof Akrim menambahkan UMSU berkomitmen menjadi bagian dari penggerak Asta Cita Presiden, salah satunya melalui koperasi desa. Pihaknya mendorong para alumni untuk berperan aktif dalam program ini.
"Saat ini sedang dibuka penerimaan Kepala Koperasi Merah Putih, sehingga kami mengajak semua pihak untuk turut mendukung bersama-sama. Harapan kami kepada seluruh alumni agar dapat bersama-sama menyukseskan program Bapak Presiden yang dinilai sangat baik," ungkapnya. (WITA)











