TIM dari badan ilmu pengetahuan nasional Australia (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation/CSIRO), secara tidak sengaja menemukan empat gunung berapi tidak aktif di bawah laut lepas pantai Sydney, Australia. Mereka menemukannya saat mencari tempat berkembang biak udang larva.
Sekelompok gunung berapi tersebut diperkirakan berumur sekitar 50 juta tahun. Para peneliti mengatakan temuan ini kemungkinan akan memberikan sejumlah jawaban tentang bagaimana Australia berpisah dari Selandia Baru.
Gunung ini ditemukan sekitar 250 km lepas pantai Sydney. "Ini adalah untuk pertama kalinya gunung berapi ini terlihat," ujar ahli gunung berapi Richard Arculus seperti dilansir AFP, Senin (13/7).
Para ilmuwan menggambarkan, puncak gunung terbesar dari yang mereka temukan itu berkisar setinggi 700 m di atas dasar laut, dengan lubang kawah selebar 1,5 km.
Penemuan ini disebut Arculus membutikan bahwa memetakan bumi terkadang lebih sulit dibanding planet lain.
"Kami lebih mengetahui topografi permukaan Mars dibandingkan bumi sendiri karena tidak adanya hambatan air.
Saya kira setiap memperhatikan dasar laut, bisa dilihat melihat hal-hal yang mungin tidak pernah disaksikan sebelumnya," ujar Arculus.
Gunung Api Bawah Laut Ditemukan di AS
Selain di Australia, juga ditemukan gunung berapi bawah laut di Amerika. Sebuah video unik baru saja didapatkan oleh pakar teknik kelautan Brennan Phillips bersama timnya yang melakukan ekspedisi pada tahun 2015 ini.
Ketika Brennan Philips mengirim instrumen kameranya ke kedalaman 45 meter di bawah Laut Kavachi, mereka terkejut dengan adanya jenis sleeper shark yang berenang di area gunung api.
Keterkejutan Phillips dan tim, hiu itu bisa hidup dan bersantai di lingkungan yang jauh lebih panas dan asam.
"Hewan-hewan besar itu hidup di lingkungan yang jauh lebih panas dan asam, dan mereka bersantai-santai di sana," ungkap Phillips seperti dikutip dari National Geographic, Kamis pekan lalu.
Kavachi merupakan gunung berapi yang ada di perairan dangkal dekat Pulau Vanungu. Gunung yang juga dikenal sebagai Rejo te Kvachi atau Oven Kavachi itu merupakan salah satu gunung api paling aktif di Pasifik.
Gunung api seperti Kavachi inilah yang membuktikan kebenaran Alquran, ketika 14 abad yang lalu telah menyebutkan adanya api di bawah laut. Dan Demi laut, yang di dalam tanahnya ada api." (QS: At-Thuur: 6)
Selama berabad-abad, banyak yang mengira tidak mungkin ada api di dalam laut karena api pasti akan padam terkena air laut.
Namun ternyata sains menemukan adanya gunung-gunung api di bawah laut. Pada video yang lain, secara jelas terlihat pijaran api di bawah laut.
Misalnya pada 1.750 kilometer di lepas pantai Miami. Dua ahli geologi berkebangsaan Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya ilmuwan Amerika Serikat (AS), Rona Clint mendapati di dasar laut ada aliran lava vulkanis layaknya gunung api di daratan.
Dan kemudian mereka menemukan lebih banyak lagi gunung api aktif di bawah laut, yang tersebar di seluruh lautan. (bbs/abc/afp/es)











