Refleksi Keselarasan Hidup

Drama Musikal “Gita Sabda Alam”

Yayasan Pataka Jati bekerjasama dengan Yayasan Swargaloka akan menggelar drama musikal bertajuk “Gita Sabda Alam"  di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (GBB-TIM), Jakarta, Rabu, (27/1).

Edy Setyo, koordinator acara menjelaskan, pergelaran “Gita Sabda Alam” merupakan  bentuk ekspresi kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan.

“Pertunjukan ini diharapkan menjadi kajian estetis untuk  merenungkan kehidupan di sekitar kita. Mengajak semua pihak dapat merefleksikan sejenak keadaan bangsa Indonesia,” papar Edy Setyo,

“Terjadi kerusakan lingkungan hidup yang sudah, sedang dan terus terjadi. Apabila lingkungan terganggu dan mengalami kerusakan, maka kehidupan dan tempat tinggal kita akan terusik. Selain itu, bangsa ini juga mengalami pergeseran nilai. Di antaranya semakin memudarnya sikap saling menghargai, masyarakat lebih memperlihatkan perilaku tanpa etika, dan hilangnya rasa kebersamaan,” jelasnya.

Drama musikal “Gita Sabda Alam” melibatkan  150 seniman, yang sebagian besar adalah remaja. Kreatif dan penyutradaraan dipercayakan kepada seniman muda, Bathara Saverigadi Dewandoro, koreografer muda penyandang gelar Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dan  koreografer kelas dunia termuda berbasis seni tari tradisi.

Karena kompetensinya di bidang seni tari, Bathara Saverigadi Dewandoro sudah melanglang buana ke India, Tiongkok, Korea, Selandia Baru, dan ke berbagai negara lainnya, dalam rangka misi kebudayaan Indonesia.

Para pendukung  “Gita Sabda Alam”  lainnya, adalah  Dewi Sulastri, Irwan Riyadi, Agus Linduaji,  Sundari Soekotjo, Bagong Trikandar, Wahyu Eka P, Marsha, para pelajar SD  Strada Duren Sawit Jakarta Timur, seniman Swargaloka, serta didukung Dedek Gamelan Orchestra.

Naskah ditulis Bob T. Mangunwidjojo, Penata Artistik Suryandoro, Penata Tari Denta Sepdwiansyah dan Chikal Mutiara Diar, dan Penata Musik Dedek Wahyudi.

Drama musikal “Gita Sabda Alam” bercerita tentang alam, manusia, dan Tuhan. Alam serta isinya dipersembahkan Tuhan untuk kebahagiaan, keselarasan, keserasian, dan keseimbangan hidup manusia. Manusia diciptakan Tuhan sebagai pemimpin di muka bumi, agar hidup saling melengkapi. Namun karena hawa nafsu, ambisi dan keserakahan manusia, mengakibatkan timbul angkara murka, dan bencana di muka bumi. (try)

()

Baca Juga

Rekomendasi