Oleh: MH Heikal
MESKI berumur singkat, namun karya-karyanya abadi dan monumental. Dialah Amrita Sher-Gil, pelukis terkenal abad ke-20. Ia lahir di Budapest, Hungaria pada 30 Januari 1913. Ayahnya Umrao Singh. Majitha adalah seorang bangsawan Sikh. Ibunya Marie Antoinette seorang pianis keturunan Hungaria. Kedua orangtuanya begitu menghargai nilai-nilai seni yang artistik.
Amrita Sher-Gil sering disebut “Frida Kahlo”-nya India. Sejak kecil darah seni yang mengalir pada dirinya. Sudah terlihat semenjak keluarganya pindah ke Summer Hill Shimla di India pada tahun 1921. Dia sudah belajar piano dan biola. Ketika umur 5 tahun dia sudah mulai melukis. Umur 8 dia fokus memulai belajar melukis secara serius. Akhirnya dia berhasil menciptakan karya-karya besar dan fenomenal.
Ketika mereka tinggal di Shimla, Dia bertemu dengan seorang pematung Italia dan menjadi kerabat dekat keluarga Amrita. Ketika tahun 1923, pematung tersebut ingin kembali ke Italia. Amrita dan ibunya memutuskan untuk turut serta. Disana, Amrita didaftrakan di Santa Annunziata, sebuah sekolah seni di Florence.
Amrita Sher-Gil tidak suka disiplin yang terlalu ketat. Dari sekolah Katolik Roma, akhirnya keluar dan kembali ke India. Amrita tidak tinggal di sekolah ini dengan waktu yang lama, namun dia terinspirasi oleh karya para seniman dari Italia. Pada tahun 1927, Amrita belajar melukis atas bimbingan Ervin Backlay. Dua tahun kemudian, pada usia 16 tahun, Amrita berangkat lagi ke Eropa untuk melatih sebagai pelukis di Paris. Pertama di Grande Chaumiere di bawah Pierre Vaillant dan Lucien Simon.
Kemudian Amrita mengambil gelar di Fine Arts di École des Beaux-Arts (1930-1934). Dia menarik inspirasi dari pelukis Eropa seperti Paul Cézanne dan Paul Gauguin. Dia datang di bawah pengaruh gurunya Lucien Simon serta perusahaan teman-teman seniman dan pecinta seperti Boris Tazlitsky.
Lukisan awal dia menampilkan pengaruh yang signifikan dari lukisan mode barat. Terutama seperti yang dilakukan di kalangan Bohemian Paris pada awal 1930-an.
Dia membuat karya penting pertama, Young Girls (1932). Menyebabkan pemilihannya sebagai Associate Grand Salon di Paris pada tahun 1933. Ini membuatnya menjadi yang termuda dan satu-satunya di Asia yang telah menerima pengakuan ini.
Kontribusinya terhadap seni dan karya-karya seniman perempuan ini sangat signifikan bagi perkembangan seni. Prestasinya juga telah diakui dunia internasional.
Karya-karyanya dipamerkan di berbagai ajang pameran seni di berbagai belahan dunia. Karirnya sebagai seorang seniman begitu singkat. Dia tetap menjadi seniman perempuan paling menawan, terkemuka dan berpengaruh di dunia.
Sebagian dari karya-karya telah diabadikan dalam National Gallery of Modern Art di New Delhi, India. Karya yang berjudul Hill Women (1935) juga pernah dijadikan perangko oleh India Post pada tahun 1978. Lukisan South Indian Villagers Going to Market (1937) juga pernah dilelang di New Delhi. Bahkan menjadi lukisan dengan harga paling mahal yang pernah ada di India.
Selain yang disebut diatas, karya-karya Amrita Sher-Gil cukup banyak. Karya pelukis perempuan fenomenal tersebut yang terkenal yaitu Self Portrait (1930), Klarra Szepessy (1932). Hungarian Gypsy Girl (1932), Three Girls (1935) dan Bride’s Toilet (1937).
Pada tahun 1934, Amrita kembali ke India dan mengembangkan gaya yang berbeda. Secara fundamental lukisan yang dia buat menceritakan tentang kemiskinan, penduduk desa, bertani dan pengemis. Pada tahun 1938, Amrita balik ke Hungaria dan menikah dengan Victor Egan atas permintaan kedua orangtuanya. Setelah menikah dia balik ke India, dengan kondisi kesehatan yang memburuk. Akhirnya, ia wafat pada 5 Desember 1941 dalam usia yang sangat muda, yakni 28 tahun.

Amrita Sher-Gil - Hill Woman (1935)

Amrita Sher-Gil - Hungarian Gypsy Girl (1932)

Amrita Sher-Gil - Bride’s Toilet (1937)

Amrita Sher-Gil - Self Portrait (1930)
Semua foto dalam Tulisan ini adalah foto dokumentasi dan koleksi foto penulis MH Heikal dari berbagai sumber.











