Teleskop Huble Mengamati Alam Semesta

TIDAK sedikit antara umat manusia yang sudah mengenali objek foto galaksi, yaitu kumpulan milyaran bintang yang ber­sinar terang beserta gas dan debu kosmik.

Galaksi Triangulum, atau dikenal juga dengan nama Mes­sier 33, adalah salah satu galaksi spiral tetangga Bumi.

Pada masa sekarang ini, hampir semua orang pernah melihat foto galaksi se­hingga rasanya sulit percaya kalau kurang dari seabad lalu kebanyakan astronom pa­pan atas tidak percaya galaksi itu ada!

Salah satu sejarah penting dalam as­tronomi adalah Perdebatan Akbar (The Great Debate) antara Harlow Shapley dan Heber Curtis pada tahun 1920. Sebelum masa itu, eksistensi galaksi masih belum jelas. Kebanyakan orang meyakini galaksi sekadar ‘nebula spiral’ yang berada di dalam Galaksi Bimasakti.

Inilah teori yang didukung Shapley sela­ma Perdebatan Akbar. Ia juga meng­hitung diameter Bimasakti sebesar 300.000 tahun cahaya, tiga kali lebih besar dari ukuran sebenarnya yang kini sudah orang ketahui. Shapley mengatakan Bi­ma­sakti adalah keseluruhan alam semesta!

Astronom yang menentang pendapat­nya adalah Curtis. Ia meyakini nebula-ne­­bula spiral itu sejatinya adalah galaksi-ga­laksi tersendiri atau “alam semesta ke­pulauan”. Dan alam semesta itu jauh le­bih besar dari yang di­yakini banyak orang.

Sekarang orang sudah tahu bahwa Cur­tis benar dalam hal nebula spiral adalah ga­laksi tersendiri. Bimasakti hanyalah satu dari ratusan milyar galaksi di alam se­mesta yang orang ketahui. Di foto ini ka­lian bisa melihat salah satu galaksi te­tang­ga terdekat dengan Bumi, yaitu Ga­lak­si Triangulum.

Namun, Perdebatan Akbar tidaklah sehitam-putih kesannya. Curtis juga keliru dalam hal tertentu, misalnya ukuran Ga­laksi kita. Curtis memperkirakan dia­meter galaksi kita 30.000 tahun cahaya, alih-alih 100.000 tahun cahaya. Shapley juga benar dalam hal lain. Pendapatnya benar dalam hal letak Matahari di tepi Galaksi, sedangkan Curtis berpendapat manusia berada di tengah Galaksi.

Fakta Menarik: Galaksi Triangulum adalah galaksi terbesar ketiga dalam ‘Grup Lokal’, seke­lompok galaksi yang terikat bersama-sama oleh gravitasi. Selain Galaksi Triangulum, Grup Lokal juga beranggotakan Galaksi kita, Galaksi Andromeda, dan sekitar 50 galaksi lain yang lebih kecil.

Dekat

Bayangkan foto ini adalah peman­dangan yang terlihat dari jendela. Mung­kin bintang-bintang besar berwarna biru yang bertebaran di foto itu. Bintang-bin­tang itu berada di dalam Galaksi kita, dan berada cukup dekat dengan Bumi se­hing­ga tampak begitu besar dan terang.

Kalau diperbesar lagi, tentu yang ter­lihat pula adalah ratusan galaksi dalam ja­rak yang jauh. Galaksi-galaksi spiral yang menawan, galaksi-galaksi yang ben­tuknya tidak beraturan, galaksi-galaksi muda berwarna biru, dan galaksi-galaksi tua berwarna merah.

Setiap titik yang terlihat di angkasa ada­lah galaksi yang berisi milyaran bin­tang, bahkan ba­nyak di antaranya yang le­bih besar daripada Matahari Bumi! Me­nak­jubkan dan bikin manusa ternga­nga.

Bintang-bintang besar berwarna biru ini adalah bintang-bintang di dalam ga­laksi kita. Kalau fotonyadiperbesar terus, orang bisa melihat ratusan galaksi!

Kalau hanya dengan melihat foto orang bisa pergi ke masa lalu! Begini, cahaya membutuhkan waktu untuk menempuh ruang angkasa hingga akhirnya sampai di teleskop dan mata manusia. Jadi, kalau orang melihat objek yang sangat jauh, seperti galaksi-galaksi misalnya, berarti sedang melihat cahaya yang sangat tua. Meskipun fotonya diambil baru-baru ini, orang melihat objek-objek tersebut seba­gaimana mereka saat masih muda!

Tentu saja ini bukan sungguh-sungguh pemandangan ketika melihat ke angkasa. Ini pemandangan dari Teleskop Luar Ang­kasa Hubble. Teleskop ini me­ngelilingi Bumi dari ketinggian 500 km.

Setiap 97 menit Teleskop Hubble me­nye­lesaikan satu puta­ran mengelilingi Bumi, bergerak dengan kecepatan sekitar 8 km per detik.

Dengan kecepatan sebesar itu,orang bisa menyeberangi Amerika Serikat da­lam waktu kira-kira 10 menit. Selagi ber­keliling, kamera Hubble menangkap ca­haya sehingga orang bisa menik­mati pe­man­dangan alam semesta yang menak­jubkan.

Hubble juga melakukan pekerjaan ilmiah. Hubble membantu ilmuwan me­ngukur usia alam semesta dan menun­juk­kan orang pada dunia-dunia asing. Bahkan Hub­ble juga mengenalkan pada sebuah kekuatan misterius dan tidak tampak yang menarik se­tiap struktur alam semesta kita. Kekuatan itu sangat kuat sehingga suatu hari nanti akan menghancurkan segalanya.

Teleskop Hubble akan memasuki atmosfer Bumi dan terbakar antara tahun 2019 dan 2030 nanti. (uas/lsc/ar)

()

Baca Juga

Rekomendasi