Oleh: Kirana Shalsabila
DI SUATU hari, saya ke kebun nenek. Di kebun itu saya melihat begitu banyak buah-buahan. Tetapi, entah mengapa mata saya tertuju pada pohon pisang yang besar dan tinggi serta berwarna hijau kekuningan. Di antara pohon pisang besar itu ada sebuah pohon kecil. Hati saya bertanya-tanya, “Pohon apakah itu?” Lalu aku mendekati pohon kecil itu, ternyata pohon tomat.
Aku langsung memetik tomat yang mungil, yang belum tua, tapi sayangnya pohon tomat itu sangat rapuh dan tak berdaya menahan buah-buahnya yang lebat.
Tiba-tiba kudengar suara yang aneh dari pohon pisang, “Hai tomat yang kerdil dan rapuh, kamu tidak akan bertahan lama hidup, lihat aku, pohonku begitu besar dan kokoh,” ujar pohon pisang yang sombong.
“Pisang, kamu adalah makhluk yang sombong, semua makhluk hidup di bumi ini hanya menumpang, aku tahu, pohonku kecil, rapuh dan lemah,” ujar tomat rendah hati. Tiba-tiba terdengar suara petir dan angin yang kencang serta hujan yang lebat. Aku masuk ke rumah dan kupandangi pohon tomat dari jendela rumah nenek. Pohon tomat tidak tumbang. Pohon tomat mendapat perlindungan dari pohon pisang yang besar. Hanya saja kena rintikan hujan sedikit. Sementara pohon pisang merunduk ke bumi dan gosong tersambar petir.
Alhasil tomat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang banyak dan berwarna merah merona. Nenek dan aku senang melihat buah tomat yang lebat dan merah.*** (Penulis adalah siswi kelas IV SD Taman Harapan Medan)











