Oleh: drg Fellicia Lestari.
Pernahkah Anda mendengar tentang dental flossing? Apa itu? Apakah memang benar-benar perlu dilakukan?
Apakah dokter gigi anda pernah menyarankan anda untuk flossing gigi setiap hari? Apakah flossing perlu dilakukan setiap hari? Apakah menyikat gigi saja tidak cukup? Mungkin pertanyaan itu pernah muncul di pikiran anda. Melalui artikel ini, saya akan menjelaskan lebih lanjut mengenai flossing gigi.
Dental flossing adalah bagian dari kesehatan mulut. Flossing sendiri adalah kegiatan membersihkan sela gigi menggunakan benang gigi atau dental floss. Apabila dilakukan dengan benar, flossing dapat membersihkan partikel makanan yang menempel di sela gigi yang tidak dapat dibersihkan dengan sikat gigi. Partikel makanan yang menempel di sela gigi ini kita kenal dengan sebutan plak gigi. Plak gigi yang dibiarkan dan tidak dibersihkan lama kelamaan dapat menyebabkan terbentuknya karang gigi atau lubang pada gigi.
Plak gigi dapat dibersihkan dengan tindakan mekanis menyikat gigi. Akan tetapi, pada permukaan tertentu yang tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi, misalnya sela antara satu gigi dengan gigi lainnya, plak dapat terus menumpuk dan menyebabkan karang gigi atau bahkan lubang pada gigi. Penggunaan benang gigi secara rutin dan benar dapat menghindari terjadinya hal tersebut. Benang gigi juga membantu membersihkan plak di daerah yang tidak dapat di jangkau oleh sikat gigi.
Kapan saat terbaik melakukan flossing gigi? Idealnya, flossing gigi sebaiknya dilakukan setiap hari setelah menyikat gigi untuk menghindari penumpukan plak di daerah yang sulit di jangkau. Selain itu, penggunaan benang gigi juga dapat dilakukan apabila ada sisa makanan yang tersangkut di sela gigi, dan mengganti kebiasaan lama yang membersihkan sisa makanan dengan tusuk gigi. Penggunaan benang gigi lebih aman dibandingkan dengan penggunaan tusuk gigi. Tusuk gigi yang dipakai rutin dapat menyebabkan celah antar gigi yang semakin lebar dan merusak gusi yang sehat.
Flossing adalah kegiatan yang harus dibiasakan setiap hari. Awalnya, mungkin akan terasa sulit untuk dilakukan tetapi lama kelamaan akan terbiasa. Flossing kini juga sangat disarankan untuk semua individu yang ingin menjaga kesehatan rongga mulut secara lebih maksimal. Ada banyak manfaat dari kegiatan flossing itu sendiri. Flossing gigi juga mencegah terjadinya lubang gigi pada sela gigi.
Benarkah flossing memperlebar celah pada gigi? Ini adalah informasi yang salah yang menyebar secara umum. Penggunaan benang gigi secara tepat tidak akan memperlebar celah antar gigi.
Bagaimana cara flossing yang benar, dapat disebutkan
di bawah ini:
1. Ambil benang gigi sepanjang 15-20 cm.
2. Ikatkan ujung benang gigi di jari telunjuk kiri dan ujung yang lain di jari telunjuk kanan. Biarkan ada benang gigi yang bebas yang tidak terikat di antaranya.
3. Masukkan benang gigi dengan lembut ke celah di antara gigi dengan tidak menggosok gusi tapi menyentuhkan benang ke gigi-gigi
4. Bersihkan sela di antara gigi dan area di bawah gusi. Gerakkan perlahan ke atas dan bawah.
5. Satu benang gigi digunakan untuk penggunaan satu sesi pembersihan.











