Polri Turut Berduka Atas Musibah Banjir yang Melanda Indonesia

Polri Turut Berduka Atas Musibah Banjir yang Melanda Indonesia
Kabaharkam Polri, Komjen Pol. Agus Andrianto (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily (Jakarta) - Kabaharkam Polri, Komjen Pol. Agus Andrianto, mengatakan pihaknya turut berbelasungkawa atas musibah bencana alam yang terjadi di tanah air, dari banjir bandang di Labuhanbatu Utara hingga banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

"Saya atas nama Kapolri Jenderal Idham Azis menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Bencana banjir dan banjir bandang yang terjadi di tanah air menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material," kata Agus di Jakarta, Jumat (3/1).

26 Feb 2020 17:08 WIB

Mendambakan Keadilan Sosial

25 Feb 2020 11:22 WIB

BNPB Gelar Pasukan Atasi Banjir Jabodetabek

Menurutnya bencana yang terjadi di tanah air, selain karena faktor alam, juga disebabkan kurangnya kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan seperti tidak membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan saluran air, sehingga pada saat curah hujan tinggi air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya.

"Baharkam Mabes Polri juga sudah menyalurkan bantuan logistik terhadap warga yang terkena musibah dari beras, minyak, mie instan, biskuit, obat-obatan, air mineral hingga pendirian posko sementara," ungkapnya.

Agus juga berpesan kepada sesama untuk saling membantu meringankan beban para korban yang terkena musibah.

"Mari kita bahu-membahu membantu sesama, tidak perlu saling menyalahkan. Meringankan beban warga lebih baik daripada tidak sama sekali. Saya juga sudah perintahkan di jajaran Baharkam untuk turun dalam misi kemanusiaan ini," ujarnya.

Beberapa lokasi penyaluran yakni korban banjir bandang di Labura, korban banjir Jabodetabek di Satpas Simpang Daan Mogot, Perumahan Taman Semanan Indah Kelurahan Duri Kosambi, dan lokasi lainnya.

Hingga saat ini air masih menggenangi perumahan warga dengan ketinggian beragam dari 50 sampai 75 cm.

Agus mengimbau kepada warga korban banjir agar tidak segan mengambil bantuan logistik dan obat-obatan yang ada di pos-pos yang disediakan.

Banjir bandang yang terjadi di Labuhanbatu Utara yang melanda tiga desa di Kecamatan Na IX-X menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam proses pencarian. Selain itu 17 rumah rusak berat.

Sedangkan banjir di Jabodetabek menyebabkan 43 orang meninggal dunia serta merusak ribuan rumah dan kendaraan.

(JW/EAL)

Baca Juga

Rekomendasi