Wujudkan Kesejahteraan Psikologis Melalui Nobar

Wujudkan Kesejahteraan Psikologis Melalui Nobar
Nobar film The Stanford Prison Experiment (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Untuk mengetahui bagaimana kesejahteraan psikologis taruna/i, Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan menggelar sejumlah kegiatan ketarunaan. Mulai nonton bareng film The Stanford Prison Experiment hingga pelaksanaan assement psikologi.

“Kesejahteraan psikologis tak kalah penting dengan masalah kesehatan jasmani. Apabila kesehatan fisik mengalami gangguan maka dapat menimbulkan hal-hal negatif,” kata Kepala Sub Bagian Administrasi Ketarunaan, Yustian Sinaga, Sabtu (18/1).

Film The Stanford Prison Experiment, yang diambil dari kisah nyata, bercerita mengenai bagaimana pribadi seseorang bisa berubah ketika lingkungan mendesaknya. Terlihat pribadi yang baik berubah menjadi ganas ketika lingkungan menuntutnya.

Menurut Yustian, ketidaksiapan menghadapi perubahan sosial, perundungan, tidak percaya diri, "alergi" terhadap perkembangan zaman, merupakan indikasi adanya ketidakmampuan dalam menangani masalah.

“Selanjutnya dapat mengarah pada penurunan kesehatan mental ataupun kesejahteraan psikologis. Perlu dicermati, masa remaja merupakan fase yang rawan, labil, dan dinamis,” ujarnya.

Penurunan kesejahteraan psikologis dapat berakibat pada timbulnya perilaku menyimpang yang tidak diinginkan, baik diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Terkadang, hal ini terjadi tanpa disadari.

Penyimpangan, diwujudkan dalam berbagai perilaku seperti burnout (keluar) dari pendidikan, tidak bergairah mempelajari hal hal baru, melakukam tindakan agresif, baik ke diri sendiri ataupun ke orang lain.

“Kondisi tersebut menunjukkan, anak didik pada masa remaja perlu mendapatkan pendampingan guna mengarahkan pada hal-hal yang bersifat positif, tanpa mengabaikan sisi aktualisasi peserta didik dan sekolah,” ucapnya.

Kepala Bagian Administrasi dan Ketarunaan, Dia Anggraini Purwaningtyas menmbahkan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk membentuk calon perwira transportasi yang memiliki integritas, professional, dan prima.

“Maka, kemampuan adaptif juga perlu disertai dengan upaya pembentukan karakter dan sikap mental yang mengedepankan keselamatan, excellent service dan attitude yang baik,” sebutnya.

Diharapkan dari hasil nonton bareng film bernuansa psikologi dan assessment psikotes yang dilaksanakan bisa memetakan bagaimana perilaku taruna/i Poltekbang Medan, sehingga kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dapat dihindari.

(RZD)

Baca Juga