Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin (Analisadaily/Muhammad Saman)
Analisadaily.com, Banda Aceh - Masyarakat Aceh diminta tidak panik menghadapi penyebaran virus corona (Covid-2019) yang saat ini telah ditemukan dua kasusnya di Indonesia.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin, mengimbau masyarakat mempercayakan upaya mitigasi dan antisipasi kasus corona kepada Pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
"Intinya, menurut saya agar masyarakat Aceh tidak perlu panik," ujar Taqwaddin Husin di Banda Aceh, Selasa (3/3).
Terkait kelangkaan masker yang mengakibatkan melonjaknya harga cukup drastis, Taqwaddin menyarankan agar masyarakat berkreasi dan berinovasi menggunakan sejenis masker, seperti sapu tangan atau membuat sendiri masker dari kain.
"Bagus juga jika pihak pengrajin UMKM untuk membuat masker yang dijahit sebagaimana mereka membuat bendera kecil yang dijual menjelang 17 Agustusan," terangnya.
Ia menambahkan, Menteri Kesehatan, Terawan, telah menegaskan bahwa masker hanya perlu dipakai orang sakit atau telah terpapar virus. Sementara bagi yang sehat tidak perlu pakai masker.
"Tadi saya mengikuti rapat kerja nasional Ombudsman RI di Jakarta yang belasan ketua lembaga negara dan menteri hadir, ternyata tidak ada seorang pun yang memakai masker," ungkapnya.
Untuk konfirmasi terkait penggunaan masker, Taqwaddin juga menghubungi temannya seorang akademisi Unsyiah, Nazamuddin, yang sedang di Jerman.
"Kata Pak Nazamuddin, warga masyarakat Jerman juga tidak memakai masker," jelasnya.
Hasil investigasi Ombudsman RI Perwakilan Aceh dan klarifikasi ke Dinas Kesehatan Aceh, menurut Taqwaddin, Pemerintah Aceh cukup siap menghadapi kasus corona.
Pemerintah Aceh sudah menyiapkan dua rumah sakit untuk menangani potensi jika ada pasien yang terpapar virus tersebut, yaitu RSUDZA Banda Aceh dan RSUD Cut Meutia di Lhokseumawe.
Di dua RSUD tersebut sudah dilatih dan disimulasikan paramedis dan petugas yang akan menanganinya. Jugs sudah disiapkan infrastruktur dan peralatannya.
Menurut Kadis Kesehatan Aceh, dr. Hanif, diakui bahwa peralatan khusus untuk menangani kasus corona masih kurang, tetapi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sudah menyetujui anggaran untuk pengadaan peralatan dimaksud.
(MHD/EAL)