Gunakan Masker untuk Proteksi Paru dari Polusi Udara

Gunakan Masker untuk Proteksi Paru dari Polusi Udara
Ilustrasi - Warga melintas dengan latar belakang gedung-gedung di Jakarta, Rabu (11/8/2021). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww)

Analisadaily.com, Medan - Penggunaan masker dapat memproteksi saluran napas dari udara kotor akibat cemaran polusi udara, khususnya di perkotaan. Udara yang buruk sekali kalau terpaksa keluar rumah maka harus pakai masker, kalau tidak terpaksa maka tetap di rumah saja.

"Saat ini saran utamanya pakai masker," kata dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan dalam acara Apresiasi Studi Uji Klinis UI dan Tim Truncate di Aula FK-UI, Salemba dilansir dari Antara, Senin (31/7).

Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan 80 persen polusi udara disebabkan karena gas buang kendaraan bermotor.

Sistem pernapasan yang tidak terproteksi dari cemaran udara, kata Erlina, dapat memicu sejumlah penyakit seperti iritasi, saluran pernapasan yang mudah terinfeksi, orang dengan asma jadi lebih mudah terpacu kena serangan asma, dan infeksi saluran pernapasan yang bertambah.

"Jika sudah terserang asma, maka akan mudah kasusnya kambuh, maka jika kambuhan disarankan agar segera ke rumah sakit untuk mencegah kasusnya berat," katanya.
Ia mengatakan, Jakarta menjadi salah satu kawasan perkotaan yang kini sedang disorot publik karena pengaruh polusi udara.

"Sekarang harus rajin-rajin memperbarui angka kasus cemaran di Jakarta, apakah levelnya sedang, sekarang apakah kuning, hijau, atau merah," katanya.

Erlina menjelaskan salah satu faktor buruknya kualitas udara di Jakarta disebabkan oleh transportasi, industri, dan sebagainya.

Sehingga dengan adanya transportasi publik yang lebih baik maka masyarakat bisa beralih dan transportasi pribadi bisa berkurang. Selain itu, uji emisi juga harus dilakukan lebih rutin, kata Erlina menambahkan.

(CSP)

Baca Juga

Rekomendasi